Tulisan ini saya delet 1

 

 

Ana tau antum ini ingin membela Sunnah dan para ‘Ulama nya ( yang senantiasa istiqomah mendakwahkan AlQur an dan Assunnah menurut pemahaman Salafus Salih ) kita tunjukan bagaimana kita ini yang menisbatkan kepada salaf. Kita harus bangga menjadi Salafi bukan Hizby, Tablighy, Tahriry, Ikhwany, apalagi Sururi [ pengikut Muhammad Surur ] jadi memang tugas kita mas mendakwahkan kebaikan, mendakwahkan al haq, mendakwahkan sunnah, berdakwah di jalan Allah walau dimanapun tempatnya dan bagaimanapun keadaannya.

 

Kita tunjukan pada semua bahwa kita ini Salafi Ahlussunnah yang istiqomah dalam segala hal [insya Allahu Ta'ala] dan juga kita tunjukan bagaimana Aqidah kita, Mu’amalah kita, dan Akhlaq kita sebagai Salafi Ahlussunnah agar orang yang awwam menjadi faham dan orang orang yang terperangkap bid’ah menjadi mengenal Sunnah, Orang-orang yang terkena syubhat menjadi terbuka hatinya, juga orang-orang yang menolak menjadi menerima. Falillahilhamdu Insya Allahu Ta’ala..

 

Akhir kata buat Ikhwan Salafiyyin Blogger yang aktif nulis blog di WordPress tetaplah istiqomah diatas Manhaj salaf dan do’akan ana juga ya…

Barokallahu fikum wa Uhibbukum Fillah ya akhy…

 

* Afwan tulisan diatas saya delete sebagian untuk menghindari timbulnya fitnah, pencelaan terhadap saudara sendiri, timbulnya rasa berbangga, Riya dan ‘ujub, Jidal-jidal yang g penting, juga komentar-komentar miring terhadap manhaj salaf, terhadap Sunnah dan orang-orang yang berusaha istiqomah diatasnya.

Jazakumullahu khairan atas segala perhatiannya. Barokallahu fikum..

28 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Awalnya ana agak kaget membaca judulnya, soalnya kebanyakan menyerang. Tulisan di atas cukup menyejukkan..hehehe. Jazakallahu khairan atas nasihatnya. Semoga Allah mengokohkan kita di atas manhaj salaf dan Dia menambah ilmu kepada kita semua.

    Akhukum fillah

    Abu Maulid

    Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokaatuh. hehe..ana mencintaimu karena Allah Mas Anto.Barokallahu fikum

  2. Assalamualikum wr wb

    Orang kafir itu ndak salut lihat sholat nya orang islam, ndak salut lihat puasanya, atau ibadah lainnya, tapi yg sehari hari dilihat orang kafir sehari hari adalah akhlaknya orang islam, muamalah dan muasyarah, bagai mana dia bergaul dan memperlakukan orang lain.

    Begitu juga mas Anto yang antum banggakan itu,kami dak lihat ratusan rakaat sholatnya di mesjid, tapi yang kami kenal dan llihat adalah anto salafy yg sehari-hari di bloghospere adalah antosalafy yg sebagaimana yg sedang kita “gibah” kan ini. antosalafy yg selalu mengkafirkan, membid’ahkan tapi tak pernah memberi solusi.

    Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokaatuh

    Thoyib, dalam hal ini antum benar. tapi islam bukan semata-mata mendakwahkan masalah akhlaq [kalau itu yang antum soroti, ana akui jema'ah tabligh faham akan bagaimana akhlaq yang agung] antum harus juga mengerti bagaimana hakikat islam yang benar yang kaffah dari mulai masalah aqidah [ini yang terpenting], Fiqh, Mu’amalah, juga akhlaq. dan mungkin ana sarankan antum dan seluruh MUSLIM yang bergabung didalam jema’ah tabligh untuk kembali kepada Majelis ‘ilmu syar’i yang di dalamnya dijelaskan tentang alqur an dan assunnah menurut pemahaman salafussalih.

    afwan ana tidak bermaksud ghuluw dalam membanggakan seseorangpun apalagi dia seorang manusia biasa yang selalu bisa saja salah dan khilaf

    afwan hati-hati antum kalau memberi nasihat kepada seseorang, apakah antum akan membalas kekerasan dengan kekerasan karena kejengkelan antum terhadap seseorang? camkan akhy apa yang telah ALLAH dan ROSUL-Nya KAFIR/BID’AH kan maka harus lah kita KAFIR/ BID’AH kan sesuai kaidah yang syar’i.

    SALAFIYUN tidak sembarangan dalam TAKFIR dan TABDI’, Ketika kita MEMBID’AHKAN suatu Jema’ah misalnya JT maka kita hanya memvonis SESAT penyimpangan manhajnya saja tidak memvonis secara TA’YIN [orang per orang] kepada para pengikutnya karena inilah timbangan keadilan pada manhaj salaf dalam memvonis kepada seseorang apakah dia termasuk KUFUR atau AHLI BID’AH. Wallahu’alam
    jadi kenalilah manhaj ini pada kelurusan dan kebaikannya bukan kepada orang-orang yang menisbatkan kepadanya. karena SALAFI adalah suatu bentuk penisbatan yang syar’i dimana seseorang [ yang tidak ma'shum ] menisbatkan diri kepada manhaj salaf dan berusaha istiqomah diatasnya walaupun mungkin ada sebuah kekeliruan dan kekhilafan.
    Barokallahu fik

  3. Setuju mas shelling ford! nah, karena saya nggak pernah ketemu sama beliau, jadinya saya hanya bisa mengukur kepribadian beliau dari kegiatannya di dunia maya aja. Tapi bisa aja kepribadian di dunia maya beda dengan kepribadian yang asli..
    mudah2an begitu..
    mudah2an..
    amiin…

    Eniwei, saya tidak terlalu tau dengan manhaj yang anda anut, tapi jika sifat dan kelakuan para pembawa manhaj salaf kebanyakan mirip kayak beliau, saya tidak yakin bakal tertarik untuk mempelajari lebih jauh.. kenapa beliau nggak nyoba ngasih argumen yang jelas untuk setiap komentar yang dilayangkan terhadap beliau, kenapa malah lebih memilih untuk menjatuhkan mental orang yang nanya (dengan ancaman neraka jahannam, misalnya), lebih memilih mengutip hadist tanpa memikirkan bahwa tidak semua orang dapat menafsirkan isi hadist, lebih memilih untuk menutup diri terhadap komentar (di dalam blog beliau khususnya) padahal bisa saja para tukang komentar (yang sering dkatakan “menyerang” ini) sedang mencari kebenaran dari argumen yang sedang beliau sampaikan..

    salah kah saya..? atau malah sudah menjadi kafir..

    Afwan akhy antum tidak SALAH karena antum belum tahu, dan antum tidak KAFIR kalau antum memang muslim yang bertauhid dan tidak terjatuh dalam pembatal-pembatal keISLAMan. Wallahu’alam
    Antum tidak perlu curhat disini karena sungguh ALLAH sudah MAHA TAHU apa niatan yang ada dalam diri kita ketika berucap dan beramal.
    yang ana sarankan antum tidak APRIORI kepada MANHAJ [SALAF] yang sungguh inilah jalannya ROSULULLAH dan PARA SAHABATnya dalam menjalankan agama ini. boleh saja antum tidak suka dengan person-person kami yang tidak ma’shum ini. khususnya ana g akan marah sedikitpun, tapi kami akan MARAH ketika ada yang mengejek, mengolok-ngolok atau menentang SUNNAH dan AHLUSSUNNAH ['ULAMA dan THULAB nya] yang istiqomah di jalan-NYA.
    Semoga ALLAH melimpahkan hidayah-Nya kepada kita semua.Amiin

  4. hahaha, relatif, kan?
    yang saya rasakan ya begitulah. ternyata kebenaran itu relatif kan padah akhirnya?

    yang jelas, cara beliau berdiskusi sudah mendapat trademark dari beberapa blogger sebagai pendiskusi yang selalu mengedepankan ad-hominem dalam berdiskusi (itupun kalau mau disebut sebagai diskusi, bukan perdebatan)

    saya agak nggak respek pada beliau (dan pada beberapa penganut manhaj (yang ngakunya) salaf) bukan karena ke’salaf’annya. tapi lebih kepada perilakunya dalam berdiskusi dan selalu memaksakan kebenaran menurut versinya tanpa mau mengkaji pendapat orang lain dahulu. yeah, kalau butuh bukti, ya silahkan aja dibaca2 bagaimana caranya beliau menanggapi komentar2 saya, atau bagaimana cara beliau berkomentar di tempat saya.

    yah, memang… di dunia nyata dan maya segalanya bisa berlaku saling berlawanan ;)

    Ana menghargai setiap nasihat, teguran, kritikan, pendapat yang bisa membuat ana lebih baik. Dan Wallahu’alam tentang Hal ini…Ana dan Mas Anto sekali lagi berbeda lahiriah dan sifatnya yang ana ketahui secara langsung bertatap muka. Ana tidak mau menyalahkan siapa-siapa itu urusan antum dan Mas Anto. Karena ana tidak ada masalah dengan Mas Anto.
    Barokallahu fikum.

  5. @ Shelling Ford dan Wak Tomad
    Kebenaran Tidak Dikenal dari Para Tokoh, Tetapi Para Tokoh Dikenal Karena Mereka Berjalan di Atas Kebenaran.

    Maka kenalilah kebenaran, niscaya kalian akan mengenal kejelekan-biidznillah

  6. hehehe….
    *sorry, susah mao ngomong paan, tapi pengen ngomen… *
    kafirkah ???

    afwan..koment seperti inilah yang sering memper “PANAS” suasana.apa maksud “..kafirkah?”
    siapa yang kafir? dan dengan sebab apa seseorang menjadi kafir??” wallahu’alam. SALAFIYUN tidak sembarangan dalam masalah TAKFIR.
    antum bisa membaca artikel tentang TAKFIR disini.

  7. Assalamualaikum wrwb
    Kebenaran milik ALLAH, bukan milik antosalafy

    Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh [ Ahsan buat antum jangan mempersingkat salam, karena salam adalah mendo'akan keselamatan kepada seorang muslim,Wallahu'alam]
    Na’am. dan hanya ALLAH Subhanahu wa Ta’ala Sang pemilik KEBENARAN.

  8. assalamu’alaykum

    afwan..sedikit ikut komentar,….
    ana pribadi gak kenal siapa akh abu maulid , namun melihat tulisan dan apa yang ada di blog beliau, hmmmm..isinya seperti yang dibilang akh zevian diatas,…..
    dan untuk al akh abu maulid, mungkin nasehat dari akh zevian yang ini

    Kita tunjukan pada semua bahwa kita ini Salafi Ahlussunnah yang istiqomah dalam segala hal [insya Allahu Ta’ala] dan juga kita tunjukan bagaimana Aqidah kita, Mu’amalah kita, dan Akhlaq kita sebagai Salafi Ahlussunnah agar orang yang awwam menjadi faham dan orang orang yang terperangkap bid’ah menjadi mengenal Sunnah, Orang-orang yang terkena syubhat menjadi terbuka hatinya, juga orang-orang yang menolak menjadi menerima.

    .

    bisa menjadi renungan bagi kita semua …….afwan jiddan

    barakallahu fiikum

    Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.
    Wa fikum Barokallahu. Jazakallahu khairan

  9. nah itu, mas anto baru datang sudah langsung mengatai wak somad sebagai wak tomad…hehehehe…

    kalo seperti itu, sapa coba yang bakal respek sama dia? apa iya dia seperti yang anda ceritakan? kayaknya sifatnya justru bertolak-belakang, deh.

    ah, sapa tau mas anto itu justru sedang memakai kedok di depan anda dengan berpura2 nampak sebagai orang yang alim.

    apa yg terjadi di diskusi ini sudah memperlihatkan bagaimana cara mas anto bersikap kan?

    misalnya aja tentang salam. ada perbedaan pendapat diantara kami. ditulis lengkap ataupun tidak, makna dan pengucapannya tetaplah “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

    kalo bersikeras menulis lengkap, dalam ejaan kanji atau aksara jawa pun bentuk tulisan “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” pun juga akan berubah, kan? nah, mana yang lebih penting, bentuk tulisannya ataukah makna di dalamnya? apakah penting mempermasalahkan hal-hal kecil seperti itu?

    antosalafy:::
    bagaimana anda bisa mengenal kebenaran dan keburukan kalau cuma berangkat dari 1 pandangan saja tanpa mau mengetahui hal yang sebenarnya dari apa yang selama ini anda anggap buruk. kenalilah secara mendalam barulah menyimpulkan. nggak shahih rasanya kalo kita mengatakan manajemen internal toko a buruk tanpa kita pernah sekalipun mempelajari manajemen internal toko a itu sendiri.

    bandingkanlah secara obyektif barulah menarik kesimpulan.

    permisalan lain: tidak pernah membaca buku karangannya pengarang X barang sebijipun tapi sudah langsung berkesimpulan semua buku karangannya si X tidak bermutu tentunya kurang bisa diterima. dasar apa yang dipakai? landasan apa yang anda gunakan? belum sempat mengicipi sebuah makanan kok sudah bilang makanan itu nggak enak?

    JAWAB:
    na’am wallahu’alam ana husnuzhan mas anto salah ketik nulis wak somad jadi wak tomad
    ana bilang ana g ada masalah sama mas anto, kalo antum tinggal di jakarta silakan kalau mau ketemu sama kami blogger salafi jakarta, datang aja ketempat dimana kami kajian. jangan memasukan setiap komentar yang berisi sentimen pribadi ditempat ana mas.afwan

    ya akhy..salam adalah do’a yaitu mendo’akan keselamatan sesama muslim. apakah berat jari jemarimu hanya untuk mengetikan salam secara lengkap? Masya Allah semoga Allah Menunjukan kepada kita jalan kebenaran. banyak hal yang dianggap sepele oleh kebanyakan orang namun itu di sisi ALLAH SUbhanahu wa Ta’ala sangatlah besar perkaranya. jangan pernah menggampangkan sesuatu padahal antum mampu melakukannya

    ya akhy agama ini bukanlah untuk dijadikan permisalan apalagi dengan permisalan-permisalan yang tidak sebanding dengan kemuliaan dan kesempurnaan agama ini. jadikanlah alQur an dan Assunnah sebagai neraca antum membandingkan dan menilai sesuatu BUKAN dengan perasaan-perasaan dan akal logika yang terbatas ini. fahamilah agama ini dengan pemahaman yang shahih dan berjalan lah dengan bimbingan dan nasihat para ‘ulama. sungguh para ‘ulama itu para pewaris Nabi, kalau kita sudah enggan untuk mereguk nikmatnya ‘ilmu dan nasihat dari para ‘ulama sunnah lalu kepada siapa kita akan merujuk?

    Semoga ALLAH merahmati para ‘ulama kita yang telah wafat meninggalkan kita
    dan menjaganya apabila mereka hafizhahullah masih hidup dan berada ditengah-tengah kita.amiin

  10. Assalamualikum. wr wb.
    weleh ? lumayan jg anda ini. komen saya tdk dibuang… :) thanks.
    itu komen coba2. karena saya memang selalu ingin berkomentar di blog2 apapun, (tanpa membuat panas, sebenarnya saya sudah gerah, karena bnyk komen saya yg dibuang, di hampir semua blog yg berbau Agama, kecuali di blognya Wak Abdulsomad) btw sekali lagi, saya bukan komporator. justru saya yg dibuat menyala di beberapa blog yg mengaku ber-Agama.

    ada beberapa yg “diloloskan” (walaupun kemudian dibuang kembali) tetapi itupun sudah diedit. bnyk alasannya.. diantaranya adalah avatar (saya tdk pernah ber-avatar mahluk sungguhan, kartoon dan gambar stiker mobil yg terakhir ini).

    di sebuah blog Agama (ketika era Wadehel) bahkan tdk menjawab ucapan salam saya. baik disingkat maupun komplit. (tapi sempat ditampilkan, kira2 sehari – setelah di edit).
    kata kafir sempat juga mengenai saya. kira2 katanya spt ini (kalau `ga salah ya, yg penting kira2 spt ini) :
    anda tdk mengerti. Istigfarlah. kembalilah dari jalan yg sesat dan kafir. topiknya sendiri saya sudah lupa. tetapi balasannya itu lho…
    (Semoga mpunya blog2 itu membaca komen saya disini). buat blog kok `kaga mao nerima kritik. lutcu….apa agama Islam hanya utk aliran/kelompok sendiri ? atau merasa suci sendiri ?? Istigfarlah !!!
    sekali lagi, saya bukan provokator.
    semoga anda mengerti. thanks sebelumnya.

    Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh.
    Barokallahu fik [semoga Allah memberkahimu] ya akhy..semoga ALLAH senantiasa memberikan kepada kita petunjuk dan Hidayah-Nya.Amiin.
    ya..kalo antum cinta sama agama antum [ISLAM kan?] afwan ana jarang blogwalking sana-sini jadi kurang begitu tahu siapa yang komentar di blog ana.afwan sekali lagi kalo ada kata-kata yang kurang berkenan.
    Na’am ya akhy ahsan avatar jangan gambar makhluk hidup, ya itu lebih selamat dan untuk kehati-hatian kita supaya tidak terjatuh kepada keHARAMan gambar-gambar dan foto-foto makhluk hidup yang dilarang Rosulullah.
    he he insya ALLAH selama komentar antum baik ana loloskan.tenang aja…
    antum tidak perlu apriori apalagi alergi dengan blog2 AGAMA [khususnya blog2 ikhwan salafi]…
    kita ini cuma manusia biasa..kalau ada apa-apa maka mungkin kami sedang khilaf dan kami tidak ingin menjauhkan manusia dari dakwah dan SUNNAH.
    la ba’sa bihi. bersemangatlah dalam menuntut ‘ilmu. komentar juga perlu ‘ilmu kan? hehe..
    barokallahu fik.

  11. saya kok sulit untuk husnuzhon ya? apalagi setelah beliau sendiri pernah menyamakan saya dengan anjing tempo lalu ;) secara logika sendiri, letak huruf s dan t di kibor itu jauh lho
    hehe..terserah antum kalo g mo husnuzhan. tapi nama antum bener kan nulisnya??

    wah, kalo ttg sentimen-sentimenan, bukannya tulisan mas sendiri memuat tentang sentimen pribadi. bedanya, mungkin tulisan mas adalah sentimen postiif, sedangkan komentar saya adalah sentimen (yang dinilai) negatif.

    intinya, sih, tema tulisan ini tentang mas abu maulid kan? dan menurut saya, pandangan saya thd mas abu maulid ya seperti yang saya tulis

    wallahu’alam..

    Allah juga maha mengetahui isi hati hambanya. tulisan disingkat atau tidak, dalam huruf kanji atau bukan, dalam aksara jawa atau bukan, bacaannya kan tetap “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”?

    seandainya gini, mas, ada suatu tempat di dunia ini – sebutlah negara x – yang tata cara penulisannya seperti yang kita anggap sbg menyingkat, tapi ternyata itulah bahasa (dan cara menulis) nasional mereka, apakah kita juga mau meributkan ttg hal itu? padahal parameter menilai suatu hal sebagai suatu yang populis antara satu tempat dan lainnya kan tidaklah sama.

    kalo ada yang menulis ucapan salam “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” dalam aksara jawa yang mungkin kita tidak pernah tahu bagaimana cara menulis dan membacanya, masak iya kita mau menyalahkan mereka yang menulis “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” dalam aksara jawa? ditulis dalam bentuk aksara jawa yang beda dengan yang kita sepakati sebagai huruf yg kita kenal dalam hidup kita sehari2, ataupun ditulis dalam bentuk singkatan, saya pribadi berpikir itu bukan masalah. yang penting kan pelafalannya tetap “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”, dan bukan “as-we-er-we-be”

    wallahu’alam..terserah antum mas mo nulis gimana, dah ana jelasin alasan ana. dan ana lebih suka kalo tulisan salam itu ditulis dengan lengkap.

    agama bukan permisalan? lalu darimana kita bisa menyimpulkan suatu agama itu benar/tidak kalau tidak menganalogikannya ke dalam kehidupan kita di dunia ini

    kalo ana ya gampang aja tinggal kembalikan semuanya kepada alquran dan assunnah menurut pemahaman salafussalih.

    dari mana kita bisa mengkaji kebenarannya? ada banyak agama di dunia ini. lalu kalo kita tidak membanding2kannya, bagaimana kita bisa memiliki pendapat yang obyektif thd suatu agama?

    kalo saja agama itu tidak layak dibandingkan dan dipertanyakan, seandainya saja anda terlahir dari (misalnya) keluarga hindu yang fanatik, maka boleh jadi sampe sekarang anda tetap beragama hindu, kan

    Agama yang diridhai disisi ALLAH hanyalah ISLAM. itu sudah cukup bagi ana. dan falillahilhamd ana tidak perlu memikirkan “kalau saya hindu!!” karena falillahilhamd ana dilahirkan diatas ISLAM dan akan menjadi ISLAM selamanya…

    memilih suatu agama sebagai jalan hidup pun, bagi manusia, saya rasa juga diawali dari proses membandingkan.

    analogi yang saya gunakan sebelumnya adalah contoh yang lebih sederhana dari sebuah perbandingan. itu sangat sederhana, karena membandingkan sebuah ajaran agama itu bakal lebih rumit lagi

    ya suruh siapa membanding-bandingkan agama, lebih baik kaji saja syari’at agama [islam] ini karena jujur saja masih banyak syari’at yang belum ana ketahui ‘ilmunya.wallahu’alam

    saya bukannya enggan merujuk kepada pendapat ulama. saya bahkan membandingkan semuanya. menurut seorang ulama, yusuf qardhawi sesat, tapi bukan berarti saya harus langsung percaya. saya harus membuktikannya. artinya, selain membaca karya2 ulama yang (katanya) salaf, saya juga harus membandingkannya dengan karya ulama yang (dicap) tidak salaf.

    ..afwan mas definisi salaf dan tidak salaf antum juga masih rancu. jangan pake “katanya”…mungkin maksudna ‘ulama yang bermanhaj salaf dan istiqomah diatasnya. ya bandingkan saja mas..tapi antum juga perlu bimbingan para ‘ulama sunnah [semisal syaikh ibnu baz,syaikh ibnu utsaimin,dll] karena antum mungkin belum faham apa yang menjadi penyimpangan di buku-buku semisal yusuf qardhawi,hasan albana cs didalam perkara aqidah dan manhajnya.

    saya nggak mau menghakimi orang, mas. salaf atau tidak salaf, toh hanya Allah yang berhak menilai. tidak ada orang yang bebas dari kesalahan di dunia ini, termasuk ulama2 yang menjadi panutan para penganut manhaj (yang katanya) salaf. sapa tau saja mereka salah, kan?

    (kecuali kalo anda menganggap ulama2 (yang katanya) salaf itu bebas dari kesalahan dan kealpaan

    Masya ALLAH mas..’ulama itu tidak ma’shum mereka terkadang juga terjatuh kepada khilaf tapi sungguh kebaikan mereka terhadap islam dan kaum muslimin itu sungguh banyak.

    kalo mereka bilang aliran ini sesat, ulama itu bejat, ya saya nggak boleh langsung percaya. saya harus telaah dulu fakta2nya.

    kalo mas memang mau menghindari buku2/kitab karangan ulama2 yang (dicap) tidak salaf dengan alasan ingin menjaga akidah, itu nggak masalah. tapi ya jangan kayak mas anto yang langsung menghakimi mereka sebagai kaum sesat tanpa pernah mencoba untuk mempelajari kitab mereka.

    kita berandai2 aja, mas. ini antara anda dan saya aja, deh

    faktanya udah jelas kan melalui penjelasan para ‘ulama sunnah tentang penyimpangan-penyimpangan mereka dalam buku dan tulisan-tulisan mereka yang menyebar ditengah-tengah kaum muslimin.

    anda mengaku penganut salaf, tetapi ternyata menurut Allah di akhirat besok anda tidak salaf, nah, anda bisa apa?

    Wallahu’alam..ana g tau itu masalah ghaib.

    saya nggak pernah menggembar-gemborkan saya ini salaf atau bukan. bahkan saya nggak mau disebut salafy (merujuk pada apa yang disebut sebagai salafy menurut masyarakat umum pada saat ini). tapi kalau di akhirat besok Allah justru menyebut saya sebagai seorang salafy sesuai dengan salafy yang sebenarnya Dia maksudkan, nah, mas juga ga bakal bisa protes kan

    yah..tapi nama g bisa membuktikan hakikatnya. kalo cuma namanya doang tapi kenyataannya jauh dari manhaj yang ia nisbatkan kepadanya,maka percuma. begitu juga bagaimana bisa disebut salafy kalo menuntut ‘ilmu tentang apa itu manhaj salaf mengamalkan dan mendakwahkan nya aja g mau? wah…

    kesalafan seseorang saya pikir nggak bisa dinilai dari pengakuan dirinya ataupun dilihat dari gelaran kunyah yang dia pakai. yang berhak menentukan itu semua kan cuma Allah. saya pikir, Allah punya parameter sendiri

    dan amalan kita sendiri apakah selaras dengan pemahaman salaf nggak?

    di dunia ini semuanya masih relatif. yang menurut anda salah/sesat bisa jadi di akhirat besok ternyata justru yang benar. yang menurut anda benar, bisa jadi di akhirat besok justru menyimpang. semuanya masih misteri sampai dengan Allah membuka tabir misteri ini besok, mas

    wallahu’alam bisshowab…ana g tau masalah ghaib.

    makanya, kalo menurut saya, jangan suka ikut2an mencap orang lain sebagai sesat atau tidak sesat ya, mas. kalo ada yang menurut anda cocok, silahkan diikuti. kalo ada yang tidak cocok, silahkan tinggalkan tanpa perlu menghujat secara berlebihan. selama suatu perkara belum terungkap kebenaran sejatinya, silakan gunakan azas praduga tak bersalah sampai nanti Sang Hakim mengungkap segalanya.

    p.s. saya harap komentar saya benar2 dibaca baik2 seluruhnya dan tanpa emosi ya, mas! :D sejauh ini saya senang berdiskusi dengan anda meskipun kita memiliki beberapa pandangan yg berbeda

    alhamdulillah ana udah baca dan tanpa emosi..semoga kita diistiqomahkan oleh ALLAH untuk senantiasa mencari kebenaran yang hakiki.amiin

  12. wallahu’alam..

    benar. hanya Allah yang Maha Mengetahui apa yang sesungguhnya :D bukan berarti saya benar, bukan berarti pula artikel mas di atas juga benar, kan?

    wallahu’alam..terserah antum mas mo nulis gimana, dah ana jelasin alasan ana. dan ana lebih suka kalo tulisan salam itu ditulis dengan lengkap.

    allrite! ini yang saya suka. kita SEPAKAT UNTUK TIDAK SEPAKAT :)

    kalo ana ya gampang aja tinggal kembalikan semuanya kepada alquran dan assunnah menurut pemahaman salafussalih.

    lho, permisalan yang saya ambil kan juga dari kehidupan sehari2. apa mas pikir alqur’an dan assunnah berarti tidak mengatur tentang kehidupan sehari2? ;)

    Agama yang diridhai disisi ALLAH hanyalah ISLAM. itu sudah cukup bagi ana. dan falillahilhamd ana tidak perlu memikirkan “kalau saya hindu!!” karena falillahilhamd ana dilahirkan diatas ISLAM dan akan menjadi ISLAM selamanya…

    artinya anda ini cuma KEBETULAN aja beragama islam ya, mas? karena anda KEBETULAN dilahirkan dari keluarga yang beragama islam. kalo saya sih enggak. saya berani bilang begitu karena walaupun saya memang dilahirkan dari keluarga islam, saya memilih islam setelah proses bertanya dan membandingkan; ini (islam) adalah jalan hidup yang paling logis bagi saya. begitu pula dengan teman2 saya yang muallaf. bayangkan kalo teman2 saya yang muallaf itu tidak memiliki kekritisan seperti yang juga tidak dimiliki oleh mas. hayo…coba dibayangkan :mrgreen: boleh jadi mereka semua tidak bakal hijrah kepada islam, kan?

    ya suruh siapa membanding-bandingkan agama, lebih baik kaji saja syari’at agama [islam] ini karena jujur saja masih banyak syari’at yang belum ana ketahui ‘ilmunya.wallahu’alam

    bagaimana yang non islam bakal tertarik kepada islam kalo mereka tidak boleh membandingkan ajaran agamanya dengan ajaran islam? bagaimana saya bisa tau siapa yang lebih baik antara (misalnya) salafy dan JT kalo saya tidak membandingkan?

    ..afwan mas definisi salaf dan tidak salaf antum juga masih rancu. jangan pake “katanya”…mungkin maksudna ‘ulama yang bermanhaj salaf dan istiqomah diatasnya. ya bandingkan saja mas..tapi antum juga perlu bimbingan para ‘ulama sunnah [semisal syaikh ibnu baz,syaikh ibnu utsaimin,dll] karena antum mungkin belum faham apa yang menjadi penyimpangan di buku-buku semisal yusuf qardhawi,hasan albana cs didalam perkara aqidah dan manhajnya.

    wah, saya nggak berani kalo nggak pake “katanya”. semuanya belum pasti. siapa yang sesungguhnya salaf semuanya masih rahasia Allah soale ;)

    duh, kalo membandingkan salaf dengan yang lain tapi harus di bawah bimbingan ulama salaf, ya jadinya nggak obyektif, mas. subyektif. sama aja kayak membandingkan liverpool dan manchester united tapi harus dibawah bimbingan penggemar fanatik manchester united. hasil bimbingannya kemungkinan besar pastilah bakal condong ke manchester united sebagai yang lebih baik.

    di sinilah pentingnya bertindak obyektif

    Masya ALLAH mas..’ulama itu tidak ma’shum mereka terkadang juga terjatuh kepada khilaf tapi sungguh kebaikan mereka terhadap islam dan kaum muslimin itu sungguh banyak.

    bagus! pemahaman ini penting sekali untuk menghindari taklid buta dan fanatisme berlebihan.

    yang harus diingat adalah ketika mereka mengeluarkan fatwa yang sensitif. kita harus cross-check lebih banyak lagi dalam hal ini. karena ya itu tadi, sapa tau mereka sedang khilaf ketika sedang menyimpulkan suatu perkara

    faktanya udah jelas kan melalui penjelasan para ‘ulama sunnah tentang penyimpangan-penyimpangan mereka dalam buku dan tulisan-tulisan mereka yang menyebar ditengah-tengah kaum muslimin.

    fakta itu kan menurut ulama (yang katanya) salaf. fakta sejatinya tentang siapa yang salaf siapa yang sesat, siapa yang benar siapa yang salah masih rahasia Allah, kan?

    kayak yang saya bilang; mungkin mas cenderung cuma membaca karya2 ulama (yang katanya) salaf tanpa menghiraukan ulama2 yang (dicap) sesat. jadilah mas seperti orang awam yang sedang membandingkan antara MU dan liverpool tapi di bawah bimbingan penggemar fanatik MU. hasilnya adalah kecenderungan untuk berpihak pada MU. nilai2 obyektifnya jadi lenyap sama sekali ;)

    dan amalan kita sendiri apakah selaras dengan pemahaman salaf nggak?

    pemahaman salaf YANG SESUNGGUHNYA (MENURUT ALLAH) dan yang nggak salaf itu seperti apa aja masih belum jelas sampai Hari Pengadilan besok, kok kita mau membuat penilaian berdasarkan parameter dari suatu hal yang belum jelas?

    saya nggak bisa menjamin hal itu, mas. bahkan syaikh ibnu baz ataupun syaikh ibnu utsaimin sendiri saya pikir juga tidak berhak menilai amalan seseorang. cuma Allah-lah yang memiliki hak untuk itu.

    di dunia skrg ini, semua ulama bisa aja bicara bahwa pemahamannya adalah yang paling salaf, kan? ulama2 yang mengaku salaf tapi pemahamannya saling berseberangan satu sama lain nyatanya juga banyak, kan? pastinya mas tau tentang fenomena salafy atas dan salafy bawah di jokjakarta, kan?

    Wallahu’alam..ana g tau itu masalah ghaib.

    betul! makanya saya suka nggak sependapat sama mas abu maulid. beliau suka memuat tulisan tentang penghakiman terhadap suatu perkara yang masih ghaib

    yah..tapi nama g bisa membuktikan hakikatnya. kalo cuma namanya doang tapi kenyataannya jauh dari manhaj yang ia nisbatkan kepadanya,maka percuma. begitu juga bagaimana bisa disebut salafy kalo menuntut ‘ilmu tentang apa itu manhaj salaf mengamalkan dan mendakwahkan nya aja g mau? wah…

    bagus. saya setuju. nama boleh aja macam2, yang penting hakekatnya, kan?

    karenanya saya suka nggak setuju dengan kegiatan yang mencap aliran ini aliran itu sebagai aliran sesat, cuma karena memakai “nama” yang berbeda dengan “nama” salafy

    sekali lagi, mana yang sesat mana yang benar, semuanya masih ghaib. kalo ada yang tidak cocok dengan nurani kita, silakan tinggalkan. kalo kita ingin memberi peringatan kepada orang yang dekat dengan kita, gunakan bahasa yang santun dan azas praduga tak bersalah. jangan sampai kata2 kita justru melukai hati orang lain yang kebetulan mendengar/membaca kata2/tulisan kita yang boleh jadi di mata Allah amalannya malah jauh lebih bagus dibanding amalan kita.

    bahasa yang kasar seperti “sesat” atau “anjing”, saya pikir dibanding niatan ingin berdakwah bakal lebih memecah belah ukhuwah. setidaknya itu menurut saya

  13. @ shelling Ford

    Wallahu’alam…
    kalo kaya gini terus, menurut ana g akan kelar-kelar karena antum selalu merasa tidak sependapat dengan apa yang ana utarakan.

    SALAFI selalu tabayyun ketika menyelidiki suatu perkara, tidak akan pernah jatuh vonis SESAT, KUFUR, AHLI BID’AH pada seseorang sampai jelas kesesatannya, kekufurannya, dan kebid’ahannya. dan apakah dia hanya ikut-ikutan saja karena jahil atau malah mencari pengikut dan menyebarkan kesesatan,kekufuran,dan kebid’ahannya kepada ummat.
    jadi tidak sembarangan mas…
    ana jamin insya ALLAH para ‘ulama tidak pernah sedikitpun mengeluarkan fatwa tanpa ‘ilmu atau pengetahuan atasnya.

    Alhamdulillah ana g merasa benar sendiri atau merasa paling benar trus pendapat selain ana tuh salah, tapi ana yakin akan kebenaran alqur an dan hadits yang shahih ketika memutuskan suatu perkara yang insya ALLAH kita tidak akan tersesat selamanya selama kita memahami dengan benar dengan pemahaman Rasulullah dan para sahabatnya.

    perlu antum ketahui setiap anak adam itu terlahir secara fitrah yaitu dalam keadaan ISLAM tapi orang tuanya lah yang berperang dalam mengubah aqidah si anak tersebut menjadi NASRANI,YAHUDI bahkan MAJUSI. jadi jelas saja bukan sebuah KEBETULAN seperti kata antum. semuanya sudah menjadi QADARULLAH mas..

    ya..terserah saja antum mau bilang apa. antum mo bilang ana g kritis boleh-boleh saja tapi kalo antum memang berfikir kritis dan mau berfikir kritis terhadap agama ini mungkin antum akan lebih faqih daripada ana, karena antum selalu akan bertanya dan bertanya kepada para ‘ulama yang ahlinya mengapa ini begini [bertanya tentang masalah agama] mengapa ini disebut sunnah & ini bid’ah, ini tauhid & ini syirik, ini halal & ini haram sehingga jelas bagi antum perkara syari’at ini, tapi mana mas bentuk kritis antum terhadap agama ini? bukan dengan mengkritisi sebuah syari’at yang sudah jelas dalil dan hujjahnya.

    yang memberi hidayah itu ALLAH mas, manusia diberikan akal untuk memilih mana jalan yang terbaik untuk dirinya, Dakwah untuk menyeru kepada ISLAM yang benar sudah tersebar di seluruh dunia tinggal manusianya saja mau tidak tergerak hatinya untuk menjadi seorang MUSLIM bahkan yang sudah menjadi MUSLIM pun mau tidak dia mempelajari bagaimana sih islam yang benar itu?

    hehehe…bagaimana ana harus meyakinkan antum tentang perkara manhaj sedangkan antum adalah seorang yang berfikir kritis, antum selalu membandingkan bagaimana salafy bagaimana ini itu, tentunya antum akan mencari kebenaran itu?
    Wallahi, kalo ana tidak berfikir kritis juga maka buat apa ana dulu ikut pengajian Ikhwany [PKS], trus ikutan Jema’ah Tabligh yang sudah ditahdzir para ‘ulama, ikutan jema’ah yang aqidahnya TAKFIRI dan MU’TAZILAH. sungguh karena ana tidak ingin taklid dan ta’ashub maka ana mencoba semuanya dan membandingkan sampai ana kenal dengan manhaj SALAF dengan KEJELASAN hujjah dan dalilnya dalam setiap perkara.

  14. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh

    Keif akhi? Besok taklim insya Allah? Afwan, soal perselisihan dengan mereka ahsan tidak diperpanjang lagi, ana sudah mengenal mereka dari awal sampai sekarang, ya begitu-begitu saja. Namun, respon yang ada justru ana dianggap telah mengafirkan mereka. Sungguh, kita hati-hati dalam hal takyin kafir tidaknya seseorang. Kami tidak gegabah. Namun, itulah mereka, mudah sekali menjatuhkan vonis, hatta terhadap ana. Yang lebih keji lagi adalah tuduhan mereka kepada manhaj salaf. Ana berprasangka baik karena itu muncul dari kejahilan mrk. Allahumaghfirlana… Hidayah itu milik Allah ta’ala semata. Kita hanya bisa menyampaikannya saja, menyampaikan dengan mengharap wajah Allah semata, insya Allah. Kami sudah menyampaikan dengan kemampuan yang ada pada kami dan ilmu yang ada pada kami. Adapun manhaj salaf tetaplah agung. Salafy adalah nama yang suci. Maksudnya bahwa apa yang kita sampaikan sudah cukup, seperti diskusi antum dengan mereka yang antum akhiri sampai di sini. Jazakallahu khairan.

    akhukum fillah,

    abu maulid

    wa iyya ka.barokallahu fik.insya Allah kajian.semoga ALLAH mengistiqomahkan kita diatas ISLAM yang lurus fa insya ALLAH diatas manhaj ahlussunnah wal jama’ah assalafiyyah

  15. Wallahu’alam…
    kalo kaya gini terus, menurut ana g akan kelar-kelar karena antum selalu merasa tidak sependapat dengan apa yang ana utarakan.

    lho, memang. kita sudah sepakat untuk tidak sepakat kan? tapi kembali kepada topik tulisan, yang saya tuliskan di komentar adalah tentang ketidak-sukaan saya dengan mas abu maulid yang – diakui atau tidak – faktanya sudah menyinggung orang/golongan lain

    SALAFI selalu tabayyun ketika menyelidiki suatu perkara, tidak akan pernah jatuh vonis SESAT, KUFUR, AHLI BID’AH pada seseorang sampai jelas kesesatannya, kekufurannya, dan kebid’ahannya. dan apakah dia hanya ikut-ikutan saja karena jahil atau malah mencari pengikut dan menyebarkan kesesatan,kekufuran,dan kebid’ahannya kepada ummat.
    jadi tidak sembarangan mas…
    ana jamin insya ALLAH para ‘ulama tidak pernah sedikitpun mengeluarkan fatwa tanpa ‘ilmu atau pengetahuan atasnya.

    kalo saya sih, jujur, nggak berani menjamin :) saya cuma mengikuti hati nurani saya saja. ada yang cocok, ikuti. ada yang nggak cocok, tinggalkan saja. tentunya sambil selalu meminta kepada Allah untuk menunjukkan jalan yang lurus bagi saya.

    eh, menurut anda Yusuf Qardhawi atau Quraish Shihab itu sesat ga, mas? ;)

    Alhamdulillah ana g merasa benar sendiri atau merasa paling benar trus pendapat selain ana tuh salah, tapi ana yakin akan kebenaran alqur an dan hadits yang shahih ketika memutuskan suatu perkara yang insya ALLAH kita tidak akan tersesat selamanya selama kita memahami dengan benar dengan pemahaman Rasulullah dan para sahabatnya.

    perlu antum ketahui setiap anak adam itu terlahir secara fitrah yaitu dalam keadaan ISLAM tapi orang tuanya lah yang berperang dalam mengubah aqidah si anak tersebut menjadi NASRANI,YAHUDI bahkan MAJUSI. jadi jelas saja bukan sebuah KEBETULAN seperti kata antum. semuanya sudah menjadi QADARULLAH mas..

    memang ketentuan Allah, mas. saya cuma membahasakannya sebagai “kebetulan” karena itu adalah bahasa yang lebih sederhana. “kebetulan2″ di dunia ini semuanya Allah punya peranan, kan?

    tapi kalo ketentuan Allah itu ternyata – misalnya – si A lahir di keluarga agama X, memeluk agama X, dan dia tidak mau membandingkan ajaran agamanya dgn islam, kira2 bagaimana nasibnya?

    jadi, membandingkan agama itu sebenarnya boleh/tidak? perlu/tidak perlu? kalo jawaban saya: perlu. dalam rangka untuk pemantapan iman.

    ya..terserah saja antum mau bilang apa. antum mo bilang ana g kritis boleh-boleh saja tapi kalo antum memang berfikir kritis dan mau berfikir kritis terhadap agama ini mungkin antum akan lebih faqih daripada ana, karena antum selalu akan bertanya dan bertanya kepada para ‘ulama yang ahlinya mengapa ini begini [bertanya tentang masalah agama] mengapa ini disebut sunnah & ini bid’ah, ini tauhid & ini syirik, ini halal & ini haram sehingga jelas bagi antum perkara syari’at ini, tapi mana mas bentuk kritis antum terhadap agama ini? bukan dengan mengkritisi sebuah syari’at yang sudah jelas dalil dan hujjahnya.

    justru sebaliknya. ulama A dan golongan A menganggap sebuah syariat jelas hujjah dan dalilnya, tapi tidak demikian dengan ulama B dan kelompok B. kalo saya taklid saja kepada salah satunya tanpa mau membandingkannya dengan yang lain, itulah yang saya sebut dengan tidak kritis.

    pendapat yang berseberangan tentulah harus disikapi dengan obyektif. bukan dengan fanatisme buta

    yang memberi hidayah itu ALLAH mas, manusia diberikan akal untuk memilih mana jalan yang terbaik untuk dirinya, Dakwah untuk menyeru kepada ISLAM yang benar sudah tersebar di seluruh dunia tinggal manusianya saja mau tidak tergerak hatinya untuk menjadi seorang MUSLIM bahkan yang sudah menjadi MUSLIM pun mau tidak dia mempelajari bagaimana sih islam yang benar itu?

    betul. pilihan ada di tangan manusia; mau berusaha mendapatkan hidayah itu atau tidak. dan jalan kita sebagai pendakwah pun sebenernya memiliki tanggung jawab yang besar. bagaimana seseorang mau tertarik kepada risalah yang hendak kita sampaikan kalo kita menyampaikannya dengan kata2 yang kasar seperti yang selalu diucapkan mas abu maulid dalam tulisannya?

    cara membuat orang tertarik itu saya pikir bisa dipelajari di teori marketing tingkat dasar. seorang pendakwah pun saya pikir perlu belajar ttg marketing.

    dibanding kata “sesat” atau “kafir” atau “anjing”, saya malah jadi teringat kepada ucapan ketua MUI Bali ketika hendak “mengislamkan” calon istri oom saya. beliau bilang, “akidah anda nggak salah, mbak. cuma sedikit bengkok aja. dengan anda di sini, anda meluruskan akidah anda itu.”

    kata2 persuasif seperti itu saya pikir lebih efektif dan terasa sejuk di hati ketimbang kata2 kasar ala mas abu maulid ;)

    hehehe…bagaimana ana harus meyakinkan antum tentang perkara manhaj sedangkan antum adalah seorang yang berfikir kritis, antum selalu membandingkan bagaimana salafy bagaimana ini itu, tentunya antum akan mencari kebenaran itu?
    Wallahi, kalo ana tidak berfikir kritis juga maka buat apa ana dulu ikut pengajian Ikhwany [PKS], trus ikutan Jema’ah Tabligh yang sudah ditahdzir para ‘ulama, ikutan jema’ah yang aqidahnya TAKFIRI dan MU’TAZILAH. sungguh karena ana tidak ingin taklid dan ta’ashub maka ana mencoba semuanya dan membandingkan sampai ana kenal dengan manhaj SALAF dengan KEJELASAN hujjah dan dalilnya dalam setiap perkara.

    that’s great. sayapun tak hendak memaksakan pikiran saya. kalo anda menganggap apa yang anda jalani skrg ini cocok, teruskan. cuma ya kalo saya boleh berpesan, hindari menyinggung perasaan orang/kelompok lain pada saat berdakwah. sedapat mungkin berlakulah obyektif dengan berpikir terlebih dahulu bagaimana jika anda berada di posisi orang yang akan anda dakwahi tersebut.

    siapapun orangnya, sesesat apapun dia, dia pasti bakal meradang kalo kita sebut dia sebagai “sesat”

  16. Assalamu’alaikum…

    Saya salut sama mas SF atas pemikiran kritisnya, dan takzim sama Ustadz Zevian atas keshabarannya. Mudah2an kita beroleh manfaat dari “diskusi” ini.
    Pemikiran “sederhana” mas Satrianto (benar?, saya alumni UGM juga mas) sebenarnya fenomena umum yang saya pribadi temui dimana2, di Makassar, Padang, dll. “Cara” atau memang itu MANHAJ salafiyun menyampaikan pesan (da’wah) bertentangan dengan teknik komunikasi modern “breaking the ice: the first step of effective communication”, yang terjadi adalah “breaking the heart”. Afwan. Saya paling susah kalau mau bagi pendapat sama Ikhwah Salafiyun, karena (maaf) rata2 mereka jadi Judge, apakah memang ini yang Rasulullah saw (boleh disingkat gak nich?) praktikkan? Bukankah kebenaran harus disampaikan dengan benar? Apa semua harus dengan nasehat2 yang keras? Sedemikiankah ulama2 Salaf terdahulu memberi nasehat ? Introspeksilah. Oh ya, Ustadz, kalau dulu antum pernah ngaji di Ikhwan (berapa lama?) dan ikutan JT (berapa lama pula?), kalau ana malah sebaliknya tuh, cuma bisa datang sekali ke pengajian Salafy, seterusnya yaa gak sanggup, mungkin belum dapat hidayah atau krn berpikir agak moderat seperti mas Satrianto. Afwan.
    Terkait dengan tajuk “tokoh kita” ini, gak usah Ustadz bela2in, dari komentarnya saja saya tak salut. Rasulullah saw orang yang penyabar, bahkan dilempar kotoran pun beliau balas dengan senyuman, akhlaq yang mulia (moga kita semua diakui sbg ummatnya). Bahkan dengan seorang Yahudi buta pun beliau bergaul, memberinya makan langsung dari mulut yang mulia itu, padahal sang Yahudi buta ini selalu mencerca, mengumpat kepadanya. Setakat apakah kita mencontohnya? Wallahu a’lam.

    wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh
    ana jadi lucu ada yang nyebut ustadz, hmmm kalo ustadz yang ngajar TPA sih la ba’sa tapi ana g pernah dipanggil sama anak-anak dengan sebutan pak “ustadz”.biasa aja mas..panggil nama itu lebih akhrab.barokallahu fik

    masya Allah mas, makanya antum tuh ngikut pengajian salafi jangan sekali saja.cobalah rutin sehingga antum faham apa yang diajarkan oleh ustadz-ustadz kami.jangan karena apriori terhadap ikhwan salafiyun yang “menurut perspektif” antum selalu keras,kaku,tidak berakhlak dan beradab.antum malah lari dari manhaj yang lurus ini.ana akui ada,tapi tidak semua dan tidak mungkin antum men generalisir bahwa ikhwan salafi selalu bersikap seperti itu.wallahi, malah ketika seseorang yang sudah ngaji harusnya menjadi seorang muslim yang berakhlaq mulia baik ketika berbicara,menasihati,membantah bahkan mendebat.ada fiqh nya mas..itulah yang diajarkan oleh asatidz kami falillahilhamd semoga ALLAH menjaga mereka guru-guru kami yang sangat kami cintai karena keluasan ‘ilmu dan kefaqihannya.dan memang karena tingkatan manusia di masyarakat itu terbagi menjadi beberapa golongan,ada orang kafir [dengan tingkatannya,kafir harbi,kafir dzimmi,dan kafir muahad awwam dan perlu bimbingan,ada yang ahlu bid'ah [setiap yang melakukan bid'ah,tapi penyikapannya berbeda ada yang memang karena jahil dan hanya ikut-ikutan atau dipaksa maka dia melakukan bid'ah,trus ada juga yang memang dia ini pembuat bid'ah,penyeru dan juga mencari pengikut kepada bid'ahnya dan penyikapannya juga berbeda kalo yang jahil maka ditegakanlah hujjah kepadanya dengan cara hikmah dan dinasihati, tapi bagi para penyeru bid'ah apabila tidak mau rujuk kepada sunnah setelah ditegakan hujjah maka dia ditahdzir sampai kepada tingkatan hajr

    ada sekitar 1 tahun di PKS dan 1 tahun di Jema'ah Tabligh, dan karena ana tidak ingin taqlid maka selain ana ngaji sama ikhwaniyun dan tablighiyun ana sempatkan membaca buku agama entah itu apa [waktu dulu.karena ana senang membaca] sampai akhirnya diberi hidayah mengenal manhaj salaf. dan semua penyimpangan itu ya akhy ana ingkari dan ana tidak ingin berdebat dalam masalah ini karena sudah jelas dan ma’ruf antum bisa membacanya di kitab2 para ‘ulama ahlussunnah atau para da’i yang dulunya masuk di sebagian firqah yang menyempal sampai kemudian diberi hidayah oleh ALLAH dan rujuk kepada sunnah dan membeberkan penyimpangan2 jama’ah/firqah yang dulu dia ikuti.falillahilhamd.

    oke mas, gini saja mungkin antum g suka dengan mas anto ini yang ana memang satu kajian dan sering pulang bareng sama beliau.ana g bela-belain dia apabila beliau khilaf malah ana ingin agar ana dan mas anto saling menasihati dalam hal kebaikan dan kesabaran.begitu juga dalam masalah dakwah yang merupakan perkara yang sangat agung!wallahu’alam.lihatlah tulisan ana tentang mas anto ini adalah sebuah nasihat bukan hanya untuk mas anto juga buat ikhwah salafi lainnya supaya menujukan bagaimana sikap kita sebagai ahlussunnah salafi [baik aqidah.mu'amalah dan akhlaq] kepada sauadaranya semuslim.masya ALLAH ana mencintai siapa saja yang mencintai sunnah dan berpegang teguh diatasnya.kenapa ana menyoroti mas anto? karena memang ana melihat beliau yang paling terlihat menonjol diantara ikhwah salafi lainnya.hanya ALLAH yang maha tahu isi hati seseorang.

    Barokallahu fik.semoga ALLAH memberikan hidayahnya kepada kita semua.amiin

  17. Assalamu ‘alaikum…
    Trima kasih Ustadz (ini cuma do’a saya lho Ustadz, moga jadi The Real Ustadz), tapi Ustadz TPA itu banyak juga yang pandai Ustadz. Maaf Ustadz, saya gak nyebut ikwan salafiyyun itu tidak berakhlak dan beradab lho :) . Oh ya, kalau asatidz (meminjam istilahnya) atau guru-guru di pengajian2 salafy itu umumnya dari mana ? Apa bedanya dengan pengajian2 di PKS (PKS itu ikhwan apalagi ?) dan di JT ? Saya ada pula teman ngajak pengajian HT (katanya). Ustadz, buku2 apa yang mesti saya baca biar dapat hidayah macam Ustadz dulu.
    Mengenai Mas Anto, saya tak bilang gak suka, cuma tak salu sama komentar2nya. Soalnya saya pernah dengar Rasulullah saw itu pernah ditegur oleh Allah SWT gara2 cuekin/tak acuh sama seorang buta yang mau belajar Islam (cuma lupa siapa nama orang buta itu), konon katanya jadi shahabat Nabi. Trima kasih. Wallahu a’lam.

    wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh.
    sama-sama [he-he] wallahu’alam.semoga ALLAH mempermudah ana bisa terus memperdalam ‘ilmu din yang begitu luas ini dan istiqomah mengamalkan dan mendakwahkannya sesuai dengan apa yang Rasulullah sampaikan.amiin dan sekarang ana g ngajar lagi di TPA soalnya ana sudah kerja dan g sempat lagi..

    yah…karena gini, kita juga g bisa menjudge secara keseluruhan.kan kita cuma manusia biasa dan setiap bani adam pasti bersalah tapi sebaik-baik manusia adalah yang senantiasa bertaubat dan memperbaiki kesalahannya..sifat dan tabi’at manusia juga berbeda dan tidak bisa semata-mata karena seorang salafi [yang tidak ma'shum] berbuat khilaf trus kita menyalahkan manhaj salaf yang mulia ini.wallahu’alam..
    karena kalau seseorang tidak suka dengan manhaj salaf maka ia tidak suka dengan metodologi Rasulullah dan para sahabatnya dalam menjalankan islam yang sudah sempurna ini.lalu kita akan menepuh cara siapa? jalannya Muhammad Ilyas yang seorang sufi dan menempuh cara bid’ah dalam berdakwah hingga membentuk jema’ah tabligh? atau menempuh jalan Hasan Albanna,sayyid Qutbh,yusuf Qardhawi CS yang kesalahan-kesalahan [khususnya dalam aqidah dan masalah takfir] mereka [semoga ALLAH menunjuki mereka hidayah dan memaafkan kekhilafannya] telah dibeberkan oleh para ‘ulama ahlussunnah [dengan bukti dari setiap tulisan di kitab-kitab mereka] ??

    setiap Sunnah adalah kebaikan karena datangnya dari Rasulullah? lalu apakah kita akan menolak sunnah dan menempuh jalan selainnya? cukup simple sebenarnya mas, kalaupun misalnya ada yang anti dengan istilah “salaf” atau “salafi” [yang ini adalah istilah syar'i dan tidak tercela seperti yang diungkapkan syaikhul islam ibnu taymiyyah] maka coba satu saja pola pikir kita kembalikan kepada apa yang telah dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya, karena sebaik-baik “salaf/generasi terdahulu” adalah Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam dan mereka para sahabat Radiyallahu ‘anhum ajma’in.Wallahu’alam

    mereka para asatidzah hafizhakumullah kebanyakan adalah mereka yang telah menuntut ‘ilmu dari para ‘ulama ahlussunnah di madinah,mekah,yordania bahkan dari negeri yaman.wallahu’alam yang mereka hafizhakumullah adalah lulusan-lulusan dari universitas-universitas atau ma’had-ma’had dan kajian-kajian masyaikh ahlussunnah wal jama’ah seperti syaikh Abdul Aziz bin Baz,Syeikh Ibnu Utsaimin, syaikh Muqbil bin Hadi Rahimahullah,murid-murid syaikh Albani Rahimahullah,syaikh Fauzan bin Salih alFauzan,syaikh Rabi’ bin Hadi Hafizakumullah dan masyaikh lainnya yang ma’ruf [dikenal] di dunia islam dan keistiqomahannya dalam berpegang teguh dan istiqomah mendakwahkan manhaj salaf.

    Antum fahami aja tentang masalah tauhid makanya mas ini jangan sekali datang ke pengajian salafi, tapi coba rutin sepekan sekali misalnya supaya mas bisa faham [walau g bisa langsung] dan tidak berfikir yang negatif tentang kami.setelah antum akan ngaji maka antum akan faham dalam perkara apa saja mereka IM,JT,HT dan semisalnya terjatuh dalam penyimpangan karena yang sangat ana sesalkan banyak yang membela mati-matian sebuah kelompok tapi mereka ini pada hakikatnya tidak tahu apa penyimpangan yang ada di tubuh firqah yang dia bela karena sikap ta’ashub atau taklid buta dan keengganannya dalam menuntut ‘ilmu syar’i yang diwajibkan kepadanya sebagai seorang muslim.wallahu’alam.

    antum bisa baca kitab Tauhid,Ushul Tsalatsah [3 landasan utama],kasyfu syubhatnya syaikh Muhammad bin abdul wahhab.
    atau Limadza ikhtartu almanhaj assalafy [mengapa memilih manhaj salaf] karya Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied al Hilaly,murid syaikh Albani Rahimahullah.

    atau tanya ke ikhwan yang jual buku-buku di agency buku bermanhaj salaf di kota antum apa aja buku yang bagus.insya ALLAH mereka akan bantu antum.

    yah sekarang mah kita g usah ngomongin mas anto lagi,beliau baik-baik saja atau cuma senyum-senyum aja kalo ana cerita-cerita ba’da kajian..lagi-lagi ana cuma ingin saling nasihat-menasihati dengan cara yang paling baik.insya ALLAH.koreksi aja diri kita mas apa kita juga udah bisa berakhlaq baik? dan sekali lagi dakwah itu bukan hany mendakwahkan masalah akhlaq saja seperti halnya Jema’ah Tabligh tapi yang paling terpenting adalah masalah aqidah karena itu yang paling penting dengan tanpa menghilangkan hikmah dan akhlaq yang baik dalam berdakwah.wallahu’alam.Barokallahu fikum.

    Selamat belajar!! Jazakallahu khairan

  18. Assalamu’alaikum

    Trima kasih Ustadz.
    Ustadz, saya coba-coba searching di internet tentang Syaikh Al Albani, dan saya baca beliau ternyata ditentang oleh banyak ulama pula. Coba Ustadz kunjungi ini http://www.livingislam.org/alb_e.html#fn-4 . Bagaimana komentar Ustadz terhadap artikel ini ?
    Wallahu a’lam.

    wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh
    lagi-lagi jangan panggil saya ustadz, panggil nama aja.wallahu’alam bisshowab…bisa diterjemahkan ngga tulisannya? jujur saja saya kurang ngerti bahasa inggris.

  19. daengupm:::
    hahaha, saya malah belum alumni, pak. masih sibuk beredar di kampus demi sebuah ijazah :D

    abu hanzhalah zevian:::
    sedikit oot, mas.
    saya sering menanyakan tentang hadist yang menyebutkan bahwa Rasul mencela kaum khawarij dengan sebutan anjing neraka.

    nah, yang mau saya tanyakan adalah, saya merasakan sedikit kejanggalan yang entah karena saya memang bukan penghafal hadist yang baik atau apa. saya merasa sedikit janggal karena setau saya kaum khawarij justru dikenal pada era setelah nabi wafat. jadi sepengetahuan saya agak janggal aja kalo hadist itu dijadikan pijakan.

    maka, validkah sebenernya hadist tersebut?

    bisa dibantu?

    ada sebuah kisah yang menceritakan:
    Diriwayatkan dari Abu Ghalib rahimahullahu bahwa ia berkata: “Pada saat aku berada di Damaskus, tiba-tiba didatangkanlah 70 kepala dari tokoh-tokoh Haruriyyah (Khawarij) dan dipasang di tangga-tangga masjid. Pada saat itu datanglah Abu Umamah –sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam– kemudian masuk ke masjid. Beliau shalat dua rakaat, lalu keluar menghadap kepala-kepala tadi. Beliau memandangnya beberapa saat sambil meneteskan air mata, kemudian berkata: “Apa yang dilakukan oleh iblis-iblis ini terhadap ahlul Islam?” (tiga kali diucapkan). Dan beliau berkata lagi: “Anjing-anjing neraka.” (juga tiga kali diucapkan). Kemudian beliau berkata:
    هُمْ شَرُّ قَتْلَى تَحْتَ أَدِيْمِ السَّمْاءِ، خَيْرُ قَتْلَى مَنْ قَتَلُوْهُ
    “Mereka adalah sejelek-jelek bangkai di bawah naungan langit, dan sebaik-baik orang yang terbunuh adalah orang yang dibunuh oleh mereka.” (tiga kali)
    Kemudian beliau menghadap kepadaku seraya berkata: “Wahai Abu Ghalib, sesungguhnya engkau berada di negeri yang banyak tersebar hawa nafsu dan banyak kekacauan.” Aku menjawab: “Ya.” Beliau berkata: “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungimu dari mereka.” Aku katakan: “Tetapi mengapa engkau menangis?” Beliau menjawab: “Karena kasih sayangku kepada mereka, sesungguhnya mereka dulunya adalah golongan Islam (di atas Islam yang benar).” Aku bertanya kepadanya: “Apakah yang kau sampaikan itu sesuatu yang kau dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau sesuatu yang kau sampaikan dari pendapatmu sendiri?!” Beliau menjawab: “Kalau begitu, berarti aku sangat lancang jika aku menyampaikan apa yang tidak aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sekali, dua kali, tiga kali, dan seterusnya –hingga beliau menyebutnya sampai tujuh kali. (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Al-Ajurri dalam Asy-Syari’ah hal. 156)
    Diriwayatkan pula dari Sa’id bin Jahman, beliau berkata: “Saya masuk menemui Ibnu Abi Aufa dalam keadaan beliau telah buta. Aku memberi salam kepadanya. Ia pun menjawab salamku, kemudian bertanya: “Siapakah engkau ini?” Aku menjawab: “Saya Sa’id bin Jahman.” Dia bertanya lagi: “Apa yang terjadi pada ayahmu?” Aku menjawab: “Dia dibunuh oleh sekte Azariqah (salah satu sekte Khawarij).” Maka Ibnu Abi Aufa mengatakan tentang Azariqah: “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memerangi Azariqah. Sungguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikan kepada kami:
    أَلآ إِنَّهُمْ كِلاَبُ أَهْلِ النَّارِ
    “Ketahuilah bahwa mereka adalah anjing-anjing penduduk neraka.”
    Aku bertanya: “Apakah sekte Azariqah saja atau seluruh Khawarij?” Beliau menjawab: “Seluruh Khawarij.” (As-Sunnah, Ibnu Abi ‘Ashim rahimahullahu hal. 428 dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Zhilalul Jannah)

    “Khawarij adalah anjing-anjing neraka”. [HR. Ibnu Majah (172) dari ‘Abdurrahman bin Abi Aufa].
    “Anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka! Mereka ini sejelek-jelek orang yang dibunuh di bawah kolong langit ini…” [HR. Ahmad, Ibnu Majah]

    makanya mas..setau saya nya tuh diperbanyak jadinya g nanya2 terus.he he afwan
    jadi ceritanya gini:
    Hal ini beliau sabdakan kepada mereka padahal seperti yang juga beliau sampaikan dalam kesempatan lainnya, ibadah khawarij melebihi sahabat-sahabat beliau. Mereka adalah para ‘aabid (ahli ibadah) yang berdirinya (untuk sholat), ruku’nya, sujudnya demikian khusyu’nya kepada Rabbuna Azza Wa Jalla.

    “Artinya : Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur’an,yang mana bacaan kalian tidaklah sebanding bacaan mereka sedikitpun, tidak pula shalat kalian sebanding dengan shalat mereka sedikitpun, dan tidak pula puasa kalian sebanding dengan puasa mereka sedikitpun”. [Muslim II/743-744 No. 1064].
    Namun mengapa mereka disebut demikian oleh Nabi (yakni anjing neraka)?; adalah mereka dari turunannya Dzul Khuwaisirah, yang membantah Nabi, memperingatkannya untuk berbuat adil dalam pembagian ghanimah, dengan perkataannya yang terkenal itu : “Ya Rasulullah, berlaku adil-lah! Sesungguhnya pembagian yang engkau lakukan ini tidak dimaksudkan untuk mencari wajah Allah. Maka Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab : “Celaka engkau. Siapa lagi yang akan berbuat adil kalau aku tidak berbuat adil? Sesungguhnya aku orang yang paling mengenal Allah dan paling bertawqa kepadaNya” [Hadits Riwayat Bukhari]

    (Nabi saja mereka lawan! lihat sikap mereka itu, apalagi kepada manusia biasa, maka terlebih-lebih lagi)

    Dan merekalah yang suka mengkafirkan sesama kaum muslimin (dengan kedangkalan pemahaman mereka atas dalil Al Qur’an dan Assunnah), pemerintah negeri-negeri mereka, dan (tentu saja didalamnya) para penduduk yang mendiami negeri-negeri itu.

    jadi benih-benih khwarij itu sudah ada semasa Nabi masih hidup,tapi setelah Nabi wafat khawarij mulai menampakkan taringnya,mengahasut kaum muslimin dengan syubhat takfirinya dan membunuh kaum muslimin secara sadis.

    jadi gitu lo mas, jangan bilang valid g valid dulu kalo g tau! nantinya dicap “sok tau” dan ana rasa cuma kiasan aja bukan menyatakan anda anjing.masa orang ganteng kaya antum disebut anjing? na’udzu bilahi mindzalika..hehe tenang aja.sama kaya pas pulang ta’lim kemaren bareng mas anto pas ada yang bilang antum itu “bangsat” maksudnya itu “[a] bang Sat rianto” emang agak saru kalo nyebut soalnya disingkat n menimbulkan perspektif yang berbeda,n ana akui mungkin itu cuma sentimen dari pribadi aja.sungguh salafiyun bukan takfiri juga bukan para da’i yang keras,kasar dan kaku…wallahu’alam

  20. oh ya, boleh rekues? kalo bisa saya minta tolong dimuatin tentang artikel sejarah kaum khawarij dunk. buat ngilangin penasaran aja. kalo googling sendiri yang saya dapat dari wikipedia ya seperti yang saya tuliskan: khawarij itu dikenal setelah era wafatnya nabi.

    terima kasih

    insya ALLAH akan saya tulis dan tentunya bukan hasil pemikiran saya sendiri, saya merujuk kepada hadits2 shahih juga tulisan para ‘ulama yang insya ALLAH terpecaya aqidah dan manhajnya.barokallahu fik

  21. wah…wah……

    mas SF jadi curhat nih sama ustd abu hanzhalah…..

    barakallahu fiik

    wa fika.mmm sebenernya sih ana nggan untuk berdebat,apalagi memperdebatkan nash
    ana cuma mengharapkan seseorang selalu ditunjukan Hidayah oleh ALLAH.ana takut dakwah kita tidak diterima bukan karena isinya tapi karena cara kita yang salah.wallahu’alam

  22. antum benar akh……..
    makanya ana berharap banyak pada antum semoga Allah ta’ala memberikan hidayahNya kepada mas SF ini melalui antum…..kalau boleh sedikit menasehati akh….ahsan kalau antum menjawab reply di blog antum ini..dengan bahasa yang santun, walaupun cara yang “keras” memang kadang diperlukan,…berilah pengertian “apa itu Manhaj salaf dan Siapa salafy” ….semoga Allahu ta’ala memberikan taufiq dan hidayahNya kepada kita semua….

    afwan jiddan…
    barakallahu fiik

    jazakallahu khairan.wa fika barokallah

  23. Kita harus bangga menjadi Salafi bukan Hizby, Tablighy, Tahriry, Ikhwany, apalagi Sururi

    Btw, kalau kaum Al-Agnostiky kayak saya, kira-kira selamat, nggak? :(

    Al Agostiky itu kaya apa pa kopral? belajar aja lah pa kopral sama kaya saya gimana tauhid yang benar, gimana aqidah ahlussunnah itu? kalo orang kafir mah g usah diikutin segala tingkah lakunya.
    مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
    “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud dari shahabat Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6025).barokallahu fik

  24. kebenaran? Akh…menghayal saja……

    g ada yang suruh menghayal untuk melihat kebenaran. yang ada hanyalah kita terus mencari kebenaran dan menerimanya dengan lapang dada darimana saja kebenaran itu datang.Barokallahu fik

  25. Assalamualaikum

    tetapi mengapa mata hati antum tertutup melihat kebaikan yg dibawa Jemaah Tabligh?
    Saya berharap bisa berjumpa antum di Mahsyar
    Agar Kita bisa sama saksikan nanti siapa yg akan diusir oleh Jibril, di Mahsyar, saya atau antum
    Semoga Kita bisa saksikan siapa sesungguhnya yang akan berjumpa Rosulullah nanti di telaga Kausar

    wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh.
    oh maaf kalo mas abdulsomad tersinggung dengan kata-kata saya..mmm gimana yah? ketemu di dunia aja dulu deh mas, karena kita lom tau masalah ghaib. kita dudukan permasalahan ini dengan timbangan ‘ilmu dari alquran dan sunnah, jadi jangan emosi dulu..ana g apriori terhadap person-person dari JT ko. dan ana juga suka diskusi sama aktivis JT yang satu masjid walo terkadang g satu arah n ujung-ujungnya “terserah antum deh..ana dah menyampaikan.barokallahu fik”

  26. ———– delete ———–
    wallahul musta’an.
    ya muqallaibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika.

    antum salah faham, falillahilhamd ana dah delete sebagian tulisan saya. barokallahu fik

  27. Bismillahirrahmanirrahim
    Barakallahufik….

    Ana senang dengan kesabaran antum menanggapi komentar2 yang terkadang “agak kelewatan”. Namun, mungkin begitulah kenyataan di masyarakat terhadap pembawa panji dakwah salafiyah.
    Untuk mengatakan seseorang sesat, ahlul bid’ah, apalagi kafir, bagi salafiyyin sungguh berat. Apalagi mereka2 yang telah terkena syubhat.
    Bagi ikhwah salafiyyin di manapun kita berada marilah kita menghiasi diri2 kita dengan ilmu syar’i, akhlaq yang mulia dan dengan adab2 Islami.

    Bagi yang belum memahami manhaj salaf, manhajnya Rasulullah dan generasi terbaik agama ini, mari kita lapangkan waktu yang ada, untuk menghadiri majlis2 ta’lim salafy. Jangan cuma 1x atau 2x, karena terkadang, materi yang dibahas tidak selesai, dan bisa menimbulkan kerancuan2 yang bisa menyebabkan kita salah paham dan salah menerima informasi.

    Mari kita menimbang permasalahan (agama) ini dengan ilmu. Kita kembalikan permasalahan kepada Allah dan Rasul-Nya, dengan pemahaman salafush shalih. Jangan kita mendahulukan emosi, hawa nafsu, atau atas nama kelompok2 kita.

    Kita semua (ana, antum para pembaca -rahimakumullah-, dan yang sering mendebat ikhwan salafiyyin ) adalah orang2 yang menginginkan kebenaran. Lalu, dari manakah kebenaran itu kita ambil? Tentunya dari Al Qur’an al karim, yang menjadi petunjuk bagi orang2 yang bertaqwa. Atau dari hadits2 Rasulullah (yang shahih), yang mana beliau tidaklah berbicara, melainkan perkataan beliau adalah wahyu yang diwahyukan oleh Allah.
    Tentunya dengan pemahaman para salafuna ash shalih, generasi terbaik umat ini, generasi yang Allah meridhai mereka dan mereka pun ridha kepada Allah.

    Dan pesan ana, bagi antum yang tidak menyukai cara kami, ikhwan salafiyyin yang terkadang “cukup pedas” dalam menyuarakan al haq, ketahuilah, kami bukan orang2 yang ma’shum. Maka, bicaralah empat mata (via email, telepon, atau surat) kepada kami, apa yang menjadi kegelisahan antum. Fa insya Allahu ta’ala, kami akan mendengar keluhan antum dan bi idznilah akan memberikan solusi berdasarkan Al Qur’an wa Sunnah ‘ala fahmi salafuna ash shalih.

    Semoga Allah menjadikan hati2 kita terbuka kepada al haq, dan menjadikan kita lapang dalam menerima al haq.
    Kebenaran datangnya dari Allah dan Rasul-Nya, kesalahan datangnya dari diri ana pribadi dan dari syaithan. Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari kesalahan2 ana, dan ana bertobat kepada Allah.
    Wabillahi at taufiq.

    Akhukum fillah
    Abu Zubair Dimaz

    (Kalau ada yang kurang pas, tolong diedit akh)

    wa fika barokallahu. sama-sama akhy..
    anta tinggal dimana yah? Allahummahdini wa iyyaka.

  28. lagi ngomongin apaan sih??

    salafy? nggak dech, temen saya ikut salafy jadi nggak ke mesjid lagi … soalnya seluruh jamaah masjid kafir semua he he he he … kalo yang syubhat dan sesat mah kayaknya semua nya … (kecuali salafi, makanya dia nggak ke mesjid lagi he he he he)

    eh betewe kalo mau ke surga ikut salafy ajah yah ??? wah hebat yah hmmm

    ikut? emangnya organisasi, partai, hizb pake ikut-ikutan…?bener g tuh temennya salafy…? masa salafy ngafir-ngafirin kaum muslimin tanpa sebab ( or ex: ngelakuin dosa besar ) kaya khawarij…? sereem juga yah…kecuali kalo emang di mesjidnya ada kuburannya, baru tuh g sholat di masjid itu n berusaha nyari masjid yang gda kuburannya.
    abah jangan sensi gitu dong…saya ndak mau berdebat atao ngelayani pertanyaan ngeyel ndak tentu arahnya…
    makasih dah berkunjung.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.