Mengapa MenSESATkan Jema’ah Tabligh?

Jema’ah Tabligh alias JT ma’ruf sebagai salah satu firqah Shufiyyah yang menyimpang dari jalannya SalafusSalih. Para Ulama Sunnah telah banyak memperingatkan [ mentahdzir ] dan memfatwakan keSESATan Jema’ah ini. Falillahilhamd ummat bisa tahu bagaimana penyimpangan-penyimpangan yang telah banyak dilakukan oleh Jema’ah yang satu ini. Siapa yang menyangkalnya tiada lain hanyalah orang-orang yang terkungkung oleh Ta’ashub dan Fanatik buta [ Taklid ] terhadap ajaran yang dibawa oleh Muhammad Ilyas dari india ini.

Sungguh sangat memilukan hati ketika ummat membutuhkan pencerahan, Ummat membutuhkan bimbingan dan arahan dari para ‘Ulama AhlusSunnah, Ummat membutuhkan kepada cahaya ‘Ilmu Syar’i dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, malahan sekarang muncul ditengah-tengah ummat ini sekelompok orang yang mengaku ingin mempersatukan ummat islam [yang sudah terpecah] diatas satu manhaj yang bukan manhaj nya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para Sahabatnya Rhadiyallahu ‘anhum yang telah diberi petunjuk. Mereka malah membuat metode-metode baru [BID'AH] dalam berdakwah, mereka keluar [KHURUJ] dari negeri dan kampung halamannya untuk berdakwah dan meninggalkan anak istrinya selama 3 hari 40 hari 4 bulan bahkan sampai ada yang setahun Masya Allah!!! Mereka tinggalkan dakwah kepada keluarga dan masyarakat sekitarnya tapi begitu semangat sekali untuk berKHURUJ mendakwahkan manhajnya kepada kaum muslimin diluar mereka.

Apakah KHURUJ merupakan sebuah ibadah baru? Bukan. Mungkin kata itu yang akan terlontar apabila kita bertanya pada seorang Tablighy. Tapi bagaimanakah seandainya JT tanpa khuruj? mungkin seperti sayur tanpa garam. Karena itulah metode dakwah ala mereka. Dan Dakwah adalah salah satu ibadah karena Dakwah adalah salah satu tugas para Rasul diutus kepada Ummat di bumi. Khuruj adalah berpindah dari satu masjid ke masjid lainnya dengan satu urutan acara tertentu setiap waktunya, yang kalau mau saya runut apa saja kegiatan mereka selama di masjid tersebut maka saya bisa menyebutkannya karena saya sudah mengikuti jema’ah ini selama 40 hari lamanya [menurut saya 40 hari sudah cukup untuk merasakan bagaimana penyimpangan demi penyimpangan yang saya rasakan saat saya gabung di JT]

Saya tidak mau bersikap Apriori dan merasa dendam apalagi Arogan terhadap para Tabhligiyun atau karkun JT yang masih awwam tentang manhaj JT yang sebenarnya, atau karkun yang hanya ikut-ikutan karena diajak untuk masuk menjadi seorang Tabhligy. Falillahilhamd kalian para Tabhligiyun adalah saudara seISLAM dan sekali lagi KAMI [ SALAFIYUN yang tidak Ma'shum ini ] tidak pernah mengKAFIRkan, memBID’AHkan ataupun menSESATkan satu jema’ah atau seorang pun kecuali apa yang ALLAH telah KAFIRkan didalam kitabullah dan Sunnah Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, dan juga apa yang telah para ‘Ulama Ahlussunnah dengan kefaqihan dan Kewara’annya yang telah memberikan FATWA-FATWA dengan HUJJAH dan BUKTI yang nyata yang mereka para ‘Ulama Ahlussunnah telah menelitinya dari berbagai macam tulisan yang berisikan penyimpangan dari kitab-kitab mereka dan sepak terjang mereka dilapangan. Falillahilhamd…

Jadi janganlah kalian wahai saudaraku seISLAM menjadikan TAKLID kepada seseorang [semacam Muhammad Ilyas] atau TA’ASHUB kepada sebuah Jema’ah [ JT ], Hizb, ataupun Partai-partai menghalangi kalian dari cahaya ‘ilmu. Sungguh kemarahan antum itu ketika ada seseorang yang menulis tentang kesesatan atau penyimpangan-penyimpangan dalam tubuh satu Jema’ah [Firqah/Hizb] yang mereka itu tidak hanya berbicara tanpa ‘ilmu. Tapi mereka hanya menukil fatwa-fatwa dan tulisan-tulisan para ‘Ulama Ahlussunnah saja. Tapi apa yang antum bela dan apa yang antum marah darinya hanyalah dikarenakan Fanatik buta kepada Jema’ah ataupun manhaj yang kalian ikuti tanpa membuka mata dan meneliti bagaimana hakikat yang sebenarnya dari apa-apa yang kalian ikuti tersebut. Wallahu’alam..

Itulah Gunanya ‘ilmu wahai akhy kalian akan tahu bagaimana hakikat islam yang sebenarnya. Antum akan tahu mana yang halal dan yang haram, antum akan tahu mana yang Haq dan mana yang batil, mana yang Sunnah dan mana yang Bid’ah juga mana yang Lurus dan mana yang menyimpang dan tersesat dan itu tidak bisa hanya dengan KHURUJ berdakwah tanpa ‘ilmu. Mensyi’arkan keislaman tapi hanya dari luarnya saja hanya dari Jubah dan gamis dan Jenggot panjang dengan menenteng biji tasbeh kemana-mana. Tidak cukup hanya duduk di Majelis ‘ilmu nya “Fadhail ‘Amal / Tabhligy Nishab” yang tercampur di dalamnya hadits-hadits Dhaif, Munkar, bahkan La aslalahu juga kisah-kisah dan riwayat-riwayat batil yang penuh khurafat dan kesyirikan. Wallahu’alam. Tidak cukup antum ini rekerasi dari Masjid ke Masjid dengan niat berdakwah tapi tanpa ‘ilmu [ yang katanya antum punya dalil " Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat" cukupkah 1 ayat yang antum juga belum faham tentangnya?? ] Wallahi ya akhy ‘ilmu din ini luas dan antum berdakwah ditengah-tengah masyarakat yang beraneka ragam keadaannya, ada yang awwam, ada yang masih berbuat syirik, bid’ah, mempercayai khurafat-khurafat, begitu banyak perselisihan-perselisihan dalam masyarakat. Apakah antum berani menampakan islam yang kaffah kepada mereka? berdakwah memperingatkan manusia dari bahaya-bahaya maksiat, syirik dan bid’ah juga menyeru mereka kepada Al-Qur an dan Sunnah menurut pemahaman SalafusSalih.

Banyak serangan-serangan kepada kami SALAFIYUN, bahwa kami hanya bisa menyalah-nyalahkan orang lain, menyesatkan jema’ah lain, mengkritik dan memojokkan, merasa paling benar sendiri dan yang lain salah. Masya Allah ya akhy tunjukanlah bukti tuduhan kalian? Apakah kami mengkafirkan tanpa ‘ilmu dan hujjah seperti orang-orang khawarij yang dengan mudahnya mengKAFIRkan ahlu Qiblat kaum muslimin yang terjatuh kedalam dosa besar? Ataukah kami ini membid’ahkan tanpa hujjah dan bayyan dari Al-Qur an dan Sunnah? Apakah kami berkata dan beramal tanpa bimbingan para ‘ulama Ahlussunnah? Mana ya akhy? Mana Hujjahmu dari al Qur an dan Sunnah jikalau kalian benar?

Mana juga Hujjahmu wahai yang hatinya telah condong kepada syubhat-syubhat Jema’ah Tabligh? Tunjukan kepada kami…

Ya akhy…Sungguh kembalilah kepada Majelis ‘ilmu syar’i karena antum tidak bisa berdakwah tanpa ‘ilmu. Antum ceramah sehabis Shalat dengan semangat sekali dengan menggebu-gebu yang terkadang dengan meneteskan air mata tapi antum tidak faham dengan apa yang antum sampaikan? dari hadits yang mana yang antum ambil? dari atsar siapa perkataan yang antum nukil? Bukan..bukan dengan permisalan-permisalan batil tapi dengan Hujjah dan dalil Al-Qur an dan Sunnah yang Shahih.

Ana memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas setiap kata yang ana ucapkan tanpa ‘ilmu,atas kesombongan ana dulu ketika aktif di JT berceramah berkhutbah dihadapan kaum muslimin dengan tanpa ‘ilmu dengan tanpa pemahaman yang lurus.

Subhanahakallahumma Wabihamdika Asyhadualla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ‘ilaika.

5 Tanggapan

  1. [...] group salaf akan bertambah seru saja, dua sparing partner dengan postingan barunya disini dan disini sempat membuat wakdul Somad mengernyit [...]

    maksudnya? ada yang tersinggung? coba lah berdiskusi dengan baik..ana juga mantan Tabhligy insya Allah ana ngerti tidak maen asal tuduh seperti yang antum fikirkan. Ana tidak ingin jidal di blog ana sendiri. Barokallahu fik

  2. [...] Tabi’in tolong tunjukkan pada kami Satu saja Sahabat R.hum yang berakhlak seperti antum dan kawan kawan, yang suka menyerang, menggunjing, memfitnah saudara sesama [...]

    siapa yang menyerang? siapa yang menggunjing? siapa yang memfitnah?
    178. Dari Al A’masy dari Ibrahim ia berkata :
    “Bukanlah ghibah menceritakan keadaan ahli bid’ah.” (Al Lalikai 1/140 nomor 276)
    179. Al Hasan Al Bashry berkata :
    “Menerangkan keadaan ahli bid’ah dan kefasikan orang yang berbuat fasiq terang-terangan bukan perbuatan ghibah.” (Al Lalikai nomor 279-280)
    180. Dan kata beliau selanjutnya :
    “Bukanlah ghibah menceritakan kesalahan (aib) ahli bid’ah.” (Ibid nomor 279-280)
    181. Al Fudlail bin Iyyadl berkata :
    “Siapa yang masuk kepada ahli bid’ah maka tidak ada kehormatan baginya.” (Al Lalikai nomor 282)
    182. Dari Sufyan bin Uyainah berkata, Syu’bah pernah berkata :
    “Kemarilah kita (berbuat) ghibah di jalan Allah Azza wa Jalla.” (Al Kifayah 91 dan Syarah Ilal At Tirmidzy 1/349)
    183. Dari Abi Zaid Al Anshary An Nahwiy berkata, Syu’bah mendatangi kami pada waktu turun hujan dan berkata :
    “Ini bukanlah hari (pelajaran) hadits, hari ini adalah hari ghibah, marilah melakukan ghibah tentang para pembohong itu.” (Al Kifayah 91)
    184. Dari Makky bin Ibrahim ia berkata, Syu’bah mendatangi Imran bin Hudair dan berkata : “Hai Imran, marilah kita ghibah sesaat di jalan Allah Azza wa Jalla.”
    Kemudian mereka menyebut-nyebut kejelekan (kesalahan) para perawi hadits. (Al Kifayah 91)
    185. Abu Zur’ah Ad Dimasyqi berkata, saya mendengar Abu Mushir (ketika) ditanya tentang seorang rawi yang keliru dan kacau serta menambah-nambah dalam meriwayatkan hadits, ia berkata : “Terangkan keadaan orang itu!”
    Maka saya bertanya kepada Abu Zur’ah : “Apakah itu tidak Anda anggap ghibah?”
    Ia menjawab : “Tidak.” (Syarh Ilal At Tirmidzy 1/349 dan Al Kifayah 91 dan 92)
    186. Ibnul Mubarak berkata : “Al Ma’la bin Hilal adalah rawi hanya saja jika datang satu hadits ia berdusta (berbuat dusta dengan hadits itu).”
    Seorang Sufi berkata : “Hai Abu Abdirrahman, Anda berbuat ghibah?”
    Maka beliau menjawab : “Diamlah kau! Jika kami tidak menerangkan hal ini bagaimana mungkin dapat diketahui mana yang haq mana yang bathil?” (Al Kifayah 91 dan 92 dan Syarh Ilal At Tirmidzy 1/349)
    187. Abdullah bin (Imam) Ahmad bin Hanbal berkata, Abu Turab An Nakhsyabi datang kepada ayahku lalu beliau mulai berkata : “Si Fulan dlaif, si Fulan tsiqah.”
    Berkatalah Abu Turab : “Wahai Syaikh, janganlah mengghibah ulama.”
    Ayahku segera menoleh ke arahnya dan berkata : “Celakalah kamu! Ini adalah nasihat bukan ghibah.” (Al Kifayah 92 dan Syarh Ilal At Tirmidzy 1/350)
    188. Muhammad bin Bundar As Sabbak Al Jurjaniy berkata, saya mengatakan kepada Imam Ahmad bahwa sangat berat bagi saya untuk mengatakan si Fulan dlaif, si Fulan pendusta.
    Maka beliau berkata : “Jika kamu diam dalam perkara ini dan saya juga diam maka siapa lagi yang akan menerangkan kepada orang-orang yang bodoh mana hadits yang shahih dan mana yang lemah?!” (Al Kifayah 92, Syarh Ilal At Tirmidzy, dan Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 28/231)
    189. Dari Syaudzab (katanya) dari Katsir Abu Sahl ia berkata :
    “Dikatakan bahwa ahli ahwa (ahli bid’ah) itu tidak mempunyai kehormatan.” (Al Lalikai 1/140 nomor 281)
    190. Dari Al Hasan bin Aly Al Iskafy ia berkata, saya bertanya kepada Imam Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal tentang pengertian ghibah, beliau menerangkan : “Ghibah itu ialah jika kamu tidak menolak aib seseorang.”
    Saya bertanya lagi, bagaimana dengan seorang yang mengatakan : “Si Fulan tidak mendengar hadits dari seseorang dan si Fulan keliru?”
    Beliau menjawab : “Seandainya hal ini ditinggalkan manusia maka tidak akan pernah diketahui shahih atau tidaknya suatu hadits.” (Syarh Ilal At Tirmidzy 1/350)
    191. Ismail Al Khathaby berkata, Abdullah bin (Imam) Ahmad menceritakan kepada kami bahwa ia berkata kepada ayahandanya :
    “Apa yang Anda katakan mengenai para rawi yang mendatangi seorang syaikh yang barangkali ia seorang Murjiah atau Syi’iy atau dalam diri syaikh itu terdapat perkara yang menyelisihi As Sunnah apakah ada kelonggaran buat saya untuk diam dalam hal ini ataukah saya harus memperingatkan manusia agar berhati-hati dari syaikh ini?”
    Ayahku menjawab : “Jika ia mengajak orang kepada bid’ah sedangkan dia adalah imam ahli bid’ah maka benar kamu harus memperingatkan manusia dari syaikh ini.” (Al Kifayah 93 dan Syarh Ilal At Tirmidzy 1/350)

  3. Akhi mohon bantuan sohib kita Anto salafy dihujat di seputar wp.

    wah cape mas..nulis banyak-banyak juga sampe tangan ana pegel para blogger sudah tidak suka sama Anto Abu Maulid. Liat aja tulisan ana tentang beliau menuai hujatan apriori!!! biarlah ALLAH saja yang menghukumi siapa yang benar dan siapa yang salah..ntar ada image saya ini “pembela” nya anto abu maulid lagi he-he. barokallahu fik

  4. Maaf, bisakah saya diberi link yang “menuai hujatan apriori” antosalafy?

    Terima kasih

    maaf juga, tulisan saya ttg antosalafy dah saya hapus atas permintaan beliau antosalafy dan atas kesadaran saya sendiri yang ingin menutup pintu debat tanpa ‘ilmu.terima kasih

  5. Sudah rahasia umum, Salafy cuma bisa menyalahkan orang, mengkafirkan… Hanya jema’ah nya saja yg benar, padahal Islam itu rahmatan lil a’alami

    Mungkin benar juga informasi yg menyatakan Salafy didukung oleh Mossad (Agen Israel). Coba cari infonya, sy baca dari sebuah buku “Mengenal Salafi dari 2 sisi ”

    Nauzubillah …

    info darimana tuh..? gak jelas sumber-sumbernya…maaf saya tidak menerima berita berupa gosip-gosip.terima kasih..

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.