Penampilan memang selalu menipu, begitulah kira-kira kata orang. Karena bisa saja seseorang yang berpenampilan baik, rapi, berdasi [tasyabuh banget he-he] tapi dalam-dalamnya adalah seorang penipu atau KORUPTOR? wallahu’alam. Tapi bukannya kita DILARANG berpakaian rapi, bersih dan wangi [bagi laki-laki] karena ingin kelihatan zuhud [ apalagi zuhudnya zuhud ala SUFI, eh tapi SUFI juga sekarang udah keren-keren yah.tuh lihat aja di TV yang acaranya sungguh telah banyak dipenuhi dengan acara-acara rusak, penuh khurafat, Syirik dan kisah-kisah juga nasyid-nasyid Shufiyyah bahkan ceramah-ceramah yang beredar di televisi pun ceramah-ceramah bermanhaj sufiyyah. Wallahulmusta'an...
Kembali ke penampilan..
Jadi bagaimanakah berpenampilan yang sesuai sunnah?? bukankah ISLAM sebagai agama yang sempurna telah mengatur semuanya? Na'am. Salah satu adab berpakaian Sunnah adalah TIDAK ISBAL [ tidak melabuhkan pakaian sampai dibawah mata kaki / NGATUNG ] sungguh telah datang hadits-hadits SHAHIH yang menjelaskan DILARANG nya isbal. Lalu bagaimana kalau ISBAL nya tanpa sombong? sama saja akhy [menurut sepengetahuan ana -edit- kata mas adi abdullah ada khilaf tentang fiqh haditsnya wallahu'alam] tidak ada khilaf diantara para ‘ulama tentang keHARAMan isbal ini. Jadi intinya bahwa ketika seorang laki-laki memakai celana atau gamis atau sarung maka TIDAK BOLEH kalian memanjangkan dan melabuhkannya hingga dibawah mata kaki [dengan sombong ataupun tanpa sombong].Wallahu’alam
Mungkin untuk sebagian orang untuk TIDAK isbal itu sungguh berat banget dan banyak dianggap enteng dan remeh karena tidak tahu haditsnya atau malah menolaknya dengan akal. Tapi bagi seorang SALAFI yang ingin istiqomah diatas SUNNAH maka perkara ini sungguh sangat besar karena menyangkut SUNNAH Rosulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam diatas Hadits yang Shahih.Wallahu’alam
Ngatung? ya SALAFI celananya ngatung!! Dimana ada SALAFI [ orang yang menisbatkan kepada manhaj SALAF dan berusaha istiqomah didalamnya ] yang celananya nggak ngatung [untuk laki-laki] ??? tapi yang ikut JEMA’AH TABLIGH dan LDII juga celananya ngatung, itu gimana? Allahu’alam saya kurang tahu darimana mereka mengambil dalil, apakah sama atau nggak mereka mengambil dari Hadits Rasulullah yang Shahih dengan pemahaman Salafussalih?
Tapi tidak bisa juga setiap laki-laki yang celananya ngatung pasti disebut seorang SALAFI! keSALAFIan seseorang tidak dilihat dari NGATUNGnya celana seseorang tapi bukan berarti juga, kita ngaku-ngaku sebagai SALAFI tapi meremehkan hadits tentang dilarangnya ISBAL trus g mau ngangkat celana kita hingga diatas mata kaki alias ngatung!! Nah..Proporsional lah dalam menilai seseorang yah!
Emang kelihatannya ANEH kali..itulah pandangan kaum muslimin yang awwam sampe-sampe ayah saya dulu [sekarang alhamdulillah sudah ngerti dan berusaha untuk tidak ISBAL] ngelarang saya naikin celana tinggi-tinggi walaupun tidak sampai menolak haditsnya. Takut aja kali diCAP aneh-aneh sama masyarakat yang masih awwam trus dicap ngikut-ngikut aliran sesat LDII! [he-he] apalagi bunda yang kalau lagi ngelipat celana-celana saya yang baru dijemur [kalau saya gi pulang kampung] suka ngebolak-balik merhatiin celana saya trus nanya “ini bener celana kamu? ko pendek banget!!” [he-he] saya jawab aja ” itu sunnah mi!! Rosulullah juga gitu!!” Oooo [bulet he-he]. Memang waktu dulu ikut JEMA’AH TABLIGH juga celana saya memang sudah ngatung, g tau kenapa walau belum tau dalilnya tapi enjoy aja pake celana ngatung [he-he].
Trus…
Jujur sering kalau saya di jalan, di Bus, atau di Masjid trus ketemu seseorang yang baru saya kenal saya suka memperhatikan dulu tampilan luarnya [maap bukannya g sopan he-he] ngelihat ke bawah kalo celananya ngatung pasti ngelihat ke atas ada JENGGOT nya ngga? [he-he] relatif sih saya bukannya membanding-bandingkan orang lain tapi memang saya suka begitu. Ini belum menyelidiki MANHAJ nya, baru kalau sudah ngobrol-ngobrol saya tau dia seorang SALAFI atau BUKAN [ INGAT ya ikhwah SALAFI -hanya pengikut SALAF yang berusaha istiqomah walau sering terjatuh kepada kekeliruan- bukan SALAFUSSALIH yang ma'ruf -dikenal- dengan keSALIHannya.Wallahu'alam ]
JENGGOT atau Lihya adalah rambut-rambut yang tumbuh disekitar Muka [tapi yang ma'ruf kebanyakan tumbuh di bawah dagu] yang telah Rasulullah perintahkan untuk pelihara dan HARAM untuk dicukur. Tapi bagaimana kalau orang yang ditakdirkan tidak memiliki jenggot atau jenggotnya tumbuh sedikit dan tipis [kaya saya? maklum masih kecil he-he] maka bertaqwalah semampumu. ALLAH hanya memerintahkan kepada seorang muslim laki-laki yang memang ALLAH menakdirkan tumbuh jenggot di dagunya untuk memelihara dan dilarang untuk mencukurnya. Wallahu’alam..kalo yang tumbuh sedikit kaya saya la ba’sa antum pelihara ya ikhwah [ g usahlah beli FIRDAUS OIL di apotek he-he] lumayan kan masih ada daripada enggak? [he-he afwan].
Hadits-hadits tentang JENGGOT itu SHAHIH loh. Jadi jangan mencari jalan untuk menolaknya dengan akal dan dalil-dalil juga qiyas-qiyas yang batil karena itu PERCUMA saja. So…buat antum yang berjenggot lebat bersyukur dan berbahagialah karena antum itu LAKI-LAKI bukan BANCI juga bukan seorang WANITA, karena jenggot itu ciri khas seorang laki-laki dan dengan mencukurnya maka antum telah melanggar SUNNAH dan jatuh terhadap TASYABUH [menyerupai] wanita.
jadi…
Siapa takut NGATUNG dan berJENGGOT?
Antum g akan disebut TERORIS ko karena antum g mirip sama IMAM SAMUDERA!!! [he-he]
Barokallahu fikum
DIarsipkan di bawah: tulisan saya



