Saya bukan ” Karkun “…

Eh Ente teu Kaluar?? ” [ Eh Kamu g Keluar ( alias Khuruj)? -Pent ]

Tanya seorang Bapak yang lewat di samping saya yang waktu itu lagi senderan di tiang masjid sehabis Sholat berjama’ah sewaktu saya pulang kampung kemaren. Dan saya tau Bapak itu seorang karkun jema’ah Tabligh yang dulu bangga sekali karena saya ikut-ikutan khuruj kaya dia.

Kaluar kamana? Di dieu we lah..tong kaluar-kaluar rek naon kaluar ? “[ Keluar kemana? Disini aja lah..jangan keluar-keluar mau ngapain - pent ]

Jawab saya waktu itu sambil nyengir.

Bapak itu pun keluar pulang…weks Keluar? Mo ngapain keluar? Ada-ada aja..alias Mengada-ngada [He-he]

Saya udah g ada urusan lagi sama yang namanya Jema’ah Tabligh dan saya bukan lagi seorang karkun

Walopun Jema’ah Tabligh banyak penggemarnya…Walo banyak yang bangga menjadi seorang karkun [ sejati ]

Walo ada juga yang begitu bangga nya Menisbatkan namanya kepada Manhaj Tabhlig AsSufiyyah..

 

Abu Fulan At-Tabhligi La Salafy

Fa Subhanallah…Ajib banget ada juga yang mau menisbatkan kepada Manhaj Tabhlig..ntar ada yang ikut-ikutan nulis nama Kuniah dengan Al-Ikhwany [Nisbah kepada IKhwanul Muslimin], At-Tahriri [Nisbah kepada HIzbut Tahrir], As-Sufi [ Nisbah kepada Manhaj Sufiyyah ] La Salafy? hehehe…Lucu. Orang yang paling bodoh yang g mau menisbatkan dirinya kepada Generasi Pendahulunya [Para Sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wassalam]

Saya juga suka heran kalo baca perdebatan di Blogsphere, para Karkun ini dengan didukung komentar orang-orang lama aktor Blogsphere yang isinya jauh dari ‘ilmu dan dalil berkoar-koar mengumbar kata-kata mengghibah orang lain seperti perbuatan kurang kerjaannya sebagian aktor blogsphere yang mengghibah Antosalafy dalam berbagai judul. Dengan bangganya mereka menjelek-jelekan seorang muslim yang ingin mencoba istiqomah diatas Sunnah, mungkin dengan tulisannya mereka ini bisa membalas dendam perbuatan atau perkataan Antosalafy yang mungkin saja sebagai manusia biasa ia Khilaf. Ya..berbuatlah semaumu wahai saudaraku seandainya Hujjah telah tegak kepadamu tapi kamu malah menolaknya dengan kesombonganmu dalam menerima kebenaran. Saya hanya bisa mendo’akanmu…Allahummahdini wa iyyakum..

* karkun = Aktivis Jema’ah Tabligh

 

15 Tanggapan

  1. assalaamu ‘alaikum, salam kenal dari saya. Mudah-mudahan saudaraku Abu Handzalah senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT.

    wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh.Allahu amiin..begitu juga dengan antum.Barokallahu fik.salam kenal juga..

    NB : Sundaan we lah..upami sami-sami urang sunda mah..he-he

  2. “ Abu Fulan At-Tabhligi La Salafy “

    Fa Subhanallah…Ajib banget ada juga yang mau menisbatkan kepada Manhaj Tabhlig..ntar ada yang ikut-ikutan nulis nama Kuniah dengan Al-Ikhwany [Nisbah kepada IKhwanul Muslimin], At-Tahriri [Nisbah kepada HIzbut Tahrir], As-Sufi [ Nisbah kepada Manhaj Sufiyyah ] La Salafy? hehehe…Lucu. Orang yang paling bodoh yang g mau menisbatkan dirinya kepada Generasi Pendahulunya [Para Sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam]

    saudaraku, abu hanzalah zevian, salam ukhuwah yaa…
    oh iya saya dah minta maaf di blognya wakdul..http://wadeleh.wordpress.com/2007/12/10/postingan-khusus-bahasan-antara-bidah-dan-tidak-bidah/#comment-897
    oleh karena itu, saya minta maaf apabila ada kata-kata yang menyinggung hati saudaraku abu hanzalah zevian…maafin gue ya..

    oh iya mengenai nama “Abu fulan attablighi LA salafi” sebetulnya kalo dilihat dari namanya sih dia mengaku “salafi” malahan..karena dia menulis LA bukan LAA..so, mungkin aja dia campuran tabligh salafi …he..he..

    Wallahu’alam bisshowab.barokallahu fik

  3. assalamualaikum wr wb
    bung hanzalah yg budiman
    kami tak pernah menisbatkan diri menjadi tabligi, atau apa pun gi gi lainnya
    kami cuma ingin membentuk jemaah yg mengamalkan Islam secara sempurna Ikut Cara Rosulullah Saw
    sejak dulu jamaah ini tak memakai nama, yg memberi nama itu antum antum sekalian lah, ada yg bilang Jamaah Tabligh, Jamaah Kompor, Jamaah Jaulah macam macam nama…
    Dan kalau ada papan nama sekretariat atau pamflet yg menyebutkan itu sekretariat atau markas orang yg bertabligh ini tolong kabari kami…

    Wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh
    Wak…
    saya hanya menulis begitu karena di Blog Wak ada karkun yang menisbatkannya…
    ketahuilah..ari al-jama’ah itu
    menurut bahasa

    Disebut al-Jama’ah, karena mereka bersatu di atas kebenaran, tidak mau berpecah belah dalam urusan agama, berkumpul di bawah kepemimpinan para Imam (yang berpegang kepada) al-haq/kebenaran, tidak mau keluar dari jama’ah mereka dan mengikuti apa yang telah menjadi kesepakatan Salaful Ummah.[4] Mujmal Ushul Ahlis Sunnah wal Jama’ah fil ‘Aqiidah

    menurut ulama

    Jama’ah menurut ulama ‘aqidah adalah generasi pertama dari umat ini, yaitu kalangan Sahabat Nabi, Tabi’in serta orang-orang yang mengikuti dalam kebaikan hingga hari kiamat, karena berkumpul di atas kebenaran.[5]Syarah Khalil Hirras, hal. 61

    menurut Imam Abu Syammah

    Kata Imam Abu Syammah as-Syafi’i Rahimahullah (wafat th. 665 H): “Perintah untuk berpegang kepada jama’ah, maksudnya ialah ber-pegang kepada kebenaran dan mengikutinya. Meskipun yang melaksanakan Sunnah itu sedikit dan yang menyalahinya banyak. Karena kebenaran itu apa yang dilaksanakan oleh jama’ah yang pertama, yaitu yang dilaksanakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallamj dan para Sahabatnya tanpa melihat kepada orang-orang yang menyimpang (melakukan kebathilan) sesudah mereka.”

    menurut Ibnu Mas’ud

    Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud[6]Seorang Sahabat Nabi, nama lengkapnya ‘Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib al-Hadzali, Abu ‘Abdirrahman, pimpinan Bani Zahrah. Beliau masuk Islam pada awal-awal Islam di Makkah, yaitu ketika Sa’id bin Zaid dan isterinya, Fathimah binti Khattab, masuk Islam. Beliau melakukan dua kali hijrah, mengalami shalat di dua kiblat, ikut serta dalam perang Badar dan perang lainnya. Beliau termasuk orang yang paling ‘alim tentang al-Qur’an dan tafsirnya sebagai-mana telah diakui oleh Nabi diakui oleh Nabi. Beliau dikirim oleh Umar bin Khattab ke Kufah untuk mengajar kaum muslimin dan diutus oleh Utsman bin Affan ke Madinah. Beliau wafat tahun 32 H. Lihat al-Ishaabah (II/368 no. 4954):

    “Artinya : Al-Jama’ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian.”[7] 1-92, tahqiq oleh Syaikh Masyhur bin Hasan Salman, Syarah Ushuulil I’tiqaad karya al-Laalika-iy no. 160

    Bukan seperti Jema’ah Tabligh yang lebih pantas untuk disebut Firqah ( kelompok ) bukan Jama’ah!!! Karena Firqah Tabligh hanya ingin mempersatukan kaum muslimin bukan diatas Sunnah tapi diatas Bid’ah dengan dalih “ikramul muslimin”. INgatlah Wak..Rasulullah tidak mecontohkan ritual khuruj seperti yang antum dan Kelompok antum kerjakan…

  4. assalamualaikum wr wb
    bung hanzalah yg budiman, satu pertanyaan lagi.
    Menurut yg antum fahami, kira kira bagaimana Islam ini bisa tersebar ke seluruh dunia? apakah Rosulullah dan para Sahabat dulu cukup dengan memasang pamflet, bikin pengumuman di Mekkah dan Medinah, hadirilah majelis Ilmu dengan Pembicara Rosulullah, moderator Ummar Bin Khattab lalu orang orang dari berbagai penjuru dunia datang ke majelis ilmu di Mekkah dan Medinah?
    Atau kah Islam ini tersebar sampai ke Brazil, ke australia, ke indonesia ke china karena para Sahabat itu khuruj? keluar meninggalkan Mekkah dan Medinah untuk menyebar kan Islam, hingga Islam sampai ke pelosok dunia, sampai ke Cirebon, kampung tempat anda tinggal? atau ada cara lain? mohon penjelasan.
    wakdul Somad yg doif ini mohon penjelasan.

    ana dulu yang nanya…antum dapat dalil nya darimana ( ayat alqur an dan hadits ) atau ada sejarah di kitab apa yang mengatakan bahwa para sahabat itu khuruj ( modelnya ya model khuruj gaya muhammad ilyas…)

  5. Assalamualaikum
    Bagaimana dengan ayat ini?
    “Kamu sekalian adalah sebaik-baik ummat yang dikeluarkan untuk manusia,….. (Qs. Ali Imran 110)

    As-Suddi mengatakan bahwa Umar bin Khattab r.a. telah berkata (mengenai penafsiran ayat ini), “Apabila Allah Swt. menghendaki, niscaya dia akan mengatakan antum maka (akan tercakup dalam pengertian kata ini) adalah kita seluruhnya. Akan tetapi Allah Swt. mengatakan-Nya dengan kata kuntum yang berarti ditujukan khusus kepada para sahabat Rasulullah Saw. dan orang-orang yang melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan para sahabat. Mereka itulah “khairu ummat (sebaik-baik ummat) yang dikeluarkan untuk seluruh manusia.” Imam Ibnu Jarir juga telah meriwayatkannya dari Qatadah r.a. yang mana ia berkata, “Telah diceritakan bahwa Umar telah membaca ayat ini (Ali Imran ayat 101) kemudian dia berkata, “Wahai manusia, barangsiapa yang ingin digolongkan dalam ayat ini, maka hendaklah dia menunaikan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Allah Swt. dalam ayat tersebut. (Syarat tersebut adalah Amar ma’ruf nahi munkar. Pent)(HR. Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim, seperti yang disebutkan dalam kitab Kanzul ‘Ummaal jilid I halaman 238)
    ——————–

    Lantas untuk antum sendiri, apa yg telah antum lakukan sebagai implementasi dari ayat diatas ?

    Sebagai pengetahuan buat antum bahwa Maulana Ilyas bukan membuat usaha baru, tetapi menghidupkan kembali usaha yg telah dibuat oleh Rosulullah, dakwah, mengajak taat kepada ALLAH dan beramal seperti yg dicontohkan oleh Rasulullah (assunnah)

    wa’alaikumussalam Warohmatullahi Wabarokatuh
    Antum ini diajak diskusi via email aja..udah dibalas blom email ana wak?? hihihi..pengennya di Blogsphere ajah…( biar keliatan yah wak ) Lho? ditafsirnya ko g ada gituh yang nyebutin khuruj bawa2 kompor. hehe
    aduhh…emang “khuruj” disini khuruj modelnya Firqah Tabligh wak?? itu khan ayat tentang ‘amar ma’ruf nahi munkar..ana juga dulu berkeyakinan bahwa ayat inilah ( soalnya cuma ayat ini yang jadi jagoannya karkun kalo bayan2..) yang menjadi dalil khurujnya karkun2 ke luar daerahnya…yang lebih tepatnya siyahah ( pengembaraan / perjalanan ) kalo sahabat mah berjihad fi sabilillah wak g kaya Tablighy khurujnya…n yang penting sih wak..kita harus punya ‘ilmu dulu wak kalo terjun dakwah di masyarakat..jangan mentang2 ada hadits “balighu ‘anni walau ayat” trus kita berani gituh nyampein ke orang2 tentang agama sesuatu yang belum kita fahami benar. Khan berabe wak..ntar kita tersesat dan menyesatkan orang lain..wak merasakan sendiri kan kalo kebanyakan karkun awwam terhadap syari’at islam itu sendiri…nah seharusnya ituh yang bekas preman diajarin gimana tauhid yang benar, sholat dan thaharah yang benar, bukan malah yang tadinya berkubang didalam kemaksiatan tapi malah masuk ke jurang kebid’ahan…g bisa wak orang baru tobat tapi dia langsung dakwah ke orang-orang nyampein ceramah yang isinya tentang agama…agama ini ‘ilmu wak..maka ‘ilmu itu dicari wak dengan terus menuntut ‘ilmu bukan dengan khuruj ninggalin anak istri…tapi mungkin omongan saya ini g perlu y wak kan wak dan keluarga dah ‘alim2 n hafal qur an dan shahih bukhari….
    ya wak…mungkin g perlu wak ngambil ibrah dari pengalaman ana yang jelas2 ana dulu ikutan khuruj kesana-kemari tanpa ‘ilmu wak..dan jujur saja setelah ana ikutan khuruj saya masih BODOH..BODOH tanpa mengetahui gimana tauhid yg benar, sholat aja ana belum benar…apalagi tahu tentang MANHAJ wak..
    coba wak bayangkan 40 hari wak…coba kalo kita ikutan dauroh atau mulazamah kepada ustadz berapa kaidah agama yang kita ketahui dan berapa hukum2 syari’at yang akan kita dapatkan? bener wak..ana menyesal sekali. Sekali lagi bukan karena karkun2 telah bersikap tidak baik atau mengkasari ana..bahkan ana mengakui dalam mengagungkan sunnah ( berpakaian misal ) firqah tabligh memang bagus. tapi wak harus menyadari bahwa perjalanan dakwah Rasul itu bukan seperti yang Firqah Tabligh lakukan…
    Semoga Allah memberikan hidayahnya kepada kita semua dan mengembalikan kita semua kepada manhaj salaf yang penuh keberkahan…
    Allahummahdini wa iyyakum…

  6. Assalamualaikum
    dan kalau antum punya jalan yg lebih baik dari yg dibuat oleh Maulana Ilyas sebagai implementasi dari ayat diatas, monggo dipublikasikan, didakwahkan, disampaikan kepada seluruh Ummat Islam.
    kalau memeang cara yg antum bawa lebih baik, insya ALLAH saya ikut cara antum. dan insya ALLAH saya akan berdiri paling depan.

    Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarokatuh
    Ya ikuti aja jalan Rasulullah..G usah metode Muhammad Ilyas dibawa-bawa dipake dicampur adukan kedalam agama yang sudah sempurna ini wak..
    Nah itu..makanya mari kita sama-sama menuntut ‘ilmu, mengamalkan, dan mendakwahkannya…
    Tentunya sebagaimana yang Rasulullah contohkan

  7. Ujung-ujungnya narsis semua… :mrgreen:
    Yang lebih akan mengemuka -biasanya tanpa disadari- dalam sebuah kelompok apapun adalah Tag Line-nya, semuanya memiliki diferensiasi. Salafy, Jamaah Tablig, Ikhwanul Muslimin, de el el.

    Orang yang mengklaim moderat saja tanpa ia sadari seringkali terjerumus ke dalam titik ektrem “kemoderatannya”. Saya contohnya 8)

    Salam buat wak dul dan antum.

  8. Sedih, dimoderasi… saya kena black list juga ya? hehehe

    dimoderasi heula atuh. Tong siga Blog batur..komentar2 sampah pada nongkrong di blogna..nu sakedahan dihapus..hapus we upami teu aya manfa’atna mah…

  9. Assalamualaikum…
    Ane kasihan banyak manusia yang punya ilmu sedikit …. merasa paling hebat mengatakan dawah yang dilakukan karkun ga ada dalilnya. Bukan nya tak ada dalilnya. walaupun di beri satu kitab hadist tentang dawah .. kalo hati sudah tertutup susah untuk ikut dawah. Usaha ini usaha nubuwah.Hanya orang terpilih yang Allah libatkan dalam usaha ini. Kenikmatan dalam dawah ini, dan perubahan orangyang telah ikut dalam dawah , dari preman tukang mabok judi, menjadi penyeru agama. Buang gunakan Logika dan kesombongan dalam memahami agama. Ane ga maksa ente terima argumen ane, tapi asal ente tau tulisan begini bikin semagat para karkun untuk bertabligh. Tak ada yang menghalangi kami berdawah kecuali ajal tlah menjemput kami

  10. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh…
    Afwan, izin membagi alamat blog antum ‘tuk share pengalaman dengan ikhwan lain mengenai jamaah tabligh di : http://muslim.or.id/soaljawab/manhaj/soal-jawab-seputar-jamaah-tabligh-1.html#comment-278
    (*Yaa..saat ini masih nunggu approvail dari site owner siy hehe..)
    Barokallohu fiik wa jazakalloh khoir…

  11. assalamu alaikum….
    bukannya ana bermaksud memperkeruh nihh… cuman mau berbagi aja…
    begini….sya juga seorang mantan karkun, trus apa yang melatar belakangi sya menjadi mantan…?
    yahhh… pasti saudara-saudara ku sekalian sudah tau jawabannya… dan saya yakin hal ini juga yang melatar belakangi karkun-karkun yang lain untuk memilih untuk tidak lagi menjadi karkun. Kami berhenti menjadi KARKUN dengan berbagai alasan…( klo di jelaskan dsini mah , nggak muat) :)
    Tapi… sya tidak menyesal pernah menjadi karkun… justru kebanyakan orang yang dahulu nya gemar ber maksiat menjadi gemar agama (termasuk saya dan teman-teman saya) Karena usaha dari para Jemaah Tabligh ini.. .

    Namun, tetap saja penyimpangan adalah penyimpangan, Bid’ah tetap saja bid’ah… Klo para Jemaah Tabligh menganggap bahwa mereka menghidupkan sunnah, maka tolong beritahukan pada saya yang sangat awam ini… dalil apa saja yang mendukung keluar 3 hari, keluar 40 hari dan keluar 4 bulan !
    bukan kah itu hanya merupakan hasil karya logika manusia?

    mohon penjelasannya…

  12. Assalaamu’alaikum,..

    Coba tengok2 ya,..

    http://banglawali-komputer.blogspot.com

    wa’alaikumussalam warrohmatullahi wabarokatuh
    yupz..insya alloh..syukran dah berkunjung

  13. Gimana kabarnya pak algozely?

    Alhamdulillah baik..maap nama saya bukan algozely.tu cuma nama blog aja..syukran atas kunjungannya..

  14. banyak org mengatakan 3 H, 40 H, 4 Bln itu bid’ah, sementara ybs ngajak org ngaji 2x seminggu, bukankah ini juga bid’ah…

    Itulah kalo ilmu masih dangkal…
    terus, kalo ybs kuliah S1, S2 dan S3 gak pernah dibilang bid’ah.

    inilah org2 bathil … melihat org lain yg gak segolongan dianggap menyalahi, gak gabung dinggap fitnah/sesat dsb

    masalah yg dibahas terkadang masalah sepele, fatwa2 ulamanya pun aneh2.
    foto = haram? pake beha = haram? memberi AS pangkalan militer = halal?

    Memang sungguh aneh, pantas aja gak maju2 umat Islam kalo begini!

    hehe..sungguh pernyataan yang aneh. yang nyebut pake (maaf)beha=haram itu siapa yah? baru denger saya..

    memang ilmu saya masih dangkal..pantas kan?? lha mas sendiri apa sih kontribusi mas buat islam?? mas gak mau mempelajari islam yang bener tuh seperti apa sih? mas yang pinter ini gak nyoba nyari gituh..ini disebut bid’ah itu kenapa sih? ayat n haditsnya yang mana sih?? kalo mas cuman bisa nyalahin orang yang berfikir kritis karena ingin pintar bukan karena ingin menjatuhkan, apa mas juga gak bisa dibilang telah mematahkan keinginan belajar seseorang??

    saya memang masih belajar..saya tidak lebih banyak tahu tentang agama ini. wajar kalo saya bertanya pada ‘ulama..

    dan apakah mas juga pernah merasakan jadi karkun? bergerombol2 di masjid berhari-hari berminggu-minggu?? saya menulis dengan fakta dan kenyataan..bukan dengan nafsu.

    dan maaf sekali lagi tidak perlu emosi di blog saya..dan mmm..tolong simpan pernyataan-pernyataan anehnya..

  15. Assalamu’alaikum…..jangan berkomentar bahwa JT adalah Bid’ah,tidak berilmu, dsb…yang sifatnya hanya menjatuhkan… antum pernah khuruj berapa kali??
    Orang itu semakin berilmu semakin BODOH.. & BODOH…
    semakin tidak tahu, sehingga ghirah untuk ber talabul ‘ilmi semakin BESAR….
    Jangan hanya berfikir ini bid’ah…& bid’ah…
    dan jangan hanya jadi pengecut, yang hanya berani komentar di dunia maya…
    su’bah kepada para masyaikh/syuro, orang yang benar benar tahu tentang arti dari khuruj fii sabilillah…maaf saya bukan EMOSI, tapi mencari solusi, jangan sampai masalah ini bias, harus ada penyelesaian nya…sehingga ukhuwah islamiyah terjalin…ini yang justru di tertawakan oleh oleh orang orang yang beragama di luar islam…sesama muslim aja masih ribut

    Agama akan terealisasi & Akan bisa teraplikasikan apabila ada pengorbanan…pengorbanan yang ditirukan oleh para Anbiya & Rasul dan diikuti oleh para sahabat Rasul…
    3 hr, 40 hr / 4 bln, bkn suatu ketentuan, tetapi metode yang diterapkan oleh maulana ilyas rah.alaih…insya ALLAH, bukan dengan gampang, tetapi dengan kesungguhan, dawam tilawah qur’an, dawam sholat hajat, dawam shalat istikharah dsb…beliau adalah muhadist & hafidz qur’an, juga para keturunan nya, insya ALLAH tidak akan gegabah…

    saya tidak berniat memahamkan antum…hanya memberikan sanggahan…berharap ukhuwah islamiyah terjalin dengan erat…

    semoga ALLLAH SWT senantiasa mencurahkan rakhmat nya terhadap antum & keluarga….amin

    wassalam

    Wa’alaikumussalam Warrohmatullahi Wabarokatuh..
    Ya lumayanlah..blom nyampe berbulan-bulan sih..terakhir 40 hari..
    hehe..lantas saya mau berkomentar dimana? lha wong ini rumah saya di dunia maya..daripada tebar komentar di rumah orang trus yang punya rumah gak suka lantas diusir..mending saya nulis aja di rumah sendiri..lebih leluasa. dan silakan saja bagi anda yang mau berkomentar..saya terima aja.

    ya udah kasi tau saya apa arti sebenernya khuruj fisabilillah menurut nersi anda itu..soalnya saya gak dikasi tau tuh apa sebenernya makna khuruj fisabilillah pas waktu ikut-ikutan khuruj dulu..trus kenapa emangnya kalo gak ikutan 3 hari 40 hari..?? jadi dosa…??

    trus juga kalo saya membahas jema’ah tabligh emang saya jadi musuhin kalian? ya enggak..trus mau gontok-gontokan di masjid? ya enggak juga..masa ahlussunnah yang katanya berlandaskan al-quran dan sunnah rasulullah sikapnya kaya gitu..??

    ya sudah..kalo anda gak suka dengan tulisan saya..ya gampang koq..gak usah dibaca..masih banyak tulisan para ‘ulama yang belom anda baca..termasuk saya juga..

    terakhir kali..saya ucapkan terima kasih karena anda mau berkuunjung ke tempat saya..

    terima kasih juga atas do’anya..

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.