Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh,
Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan menulis di blog ini, masih ada beberapa pertimbangan untuk tetap mengisi up date tulisan di blog ini. Walau kemarin-kemarin saya sempat ragu untuk kembali menulis bahkan saya pernah ada niat untuk menutup blog ini dikarenakan beberapa pertimbangan mengingat maslahat dan mudharat yang diakibatkan oleh sebagian tulisan saya yang mungkin saja menyinggung beberapa pihak yang tidak suka dengan apa yang saya utarakan.
Terlepas dari seluruh kekurangan saya sebagai manusia, maka dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada sebagian dari pembaca yang merasa tersinggung ataupun tidak suka dengan adanya tulisan saya yang terpampang di internet, khususnya mengenai kategori Hizb yang saya soroti khususnya tentang beberapa perkara mengenai ” Jema’ah Tabligh”. Setelah saya telusuri dari google, ternyata tulisan saya tentang Jema’ah Tabligh ini menempati urutan pertama ketika saya mengetikan keyword “Jema’ah Tabligh” di google. Entah kenapa bisa begitu, sehingga mungkin para pembaca langsung masuk ke blog saya ini dan membaca setiap tulisan saya mengenai jema’ah tabligh dan banyak diantaranya meninggalkan komentar yang sebagiannya saya terima tapi tidak sedikit juga yang saya tolak dikarenakan beberapa pertimbangan. Jadi mohon maap bagi siapa saja yang komentarnya saya tolak untuk saya tampilkan, jangan jadikan anda semua berburuk sangka terhadap apa yang saya lakukan ini. Insya Allah setiap komentar yang anda tinggalkan saya terima dengan senang hati sebagai bahan pertimbangan saya untuk kedepannya.
Menyoroti permasalahan tulisan saya mengenai Jema’ah Tabligh yang mungkin menyinggung sebagian pihak terutama yang ” Pro Jema’ah Tabligh ” saya menyatakan tidak akan melepaskan pernyataan saya tentang Jema’ah Tabligh, karena saya meyakini akan kebenarannya berdasarkan ilmu dan realita nyata yang saya pernah alami ketika saya mengikuti Jema’ah Tabligh. Mungkin banyak yang menyanggah apa yang saya nyatakan dengan berbagai alasan, maka saya persilahkan kepada masing-masing pihak untuk merenungi kebenarannya. Anda bisa menilainya berdasarkan ilmu yang benar, karena tidak semata-mata saya menulis artikel tersebut dengan perasaan ta’ashub ataupun benci terhadap saudara muslim saya sendiri. Saya juga benci terhadap orang kafir ( Nasharani ataupun Yahudi ) sama seperti anda yang bersemangat sekali seperti saudara-saudara yang ada di Pergerakan / Harokah. Tapi jangan jadikan penyimpangan yang ada di depan mata anda yang menjangkiti saudara anda sendiri, terus anda biarkan mengakar dan berkarat sehingga sulit untuk dihilangkan. Saya sadari, bahwa saya masih jauh dari ‘Alim. Dan benar..saya bukan ‘Ulama bahkan santri dari sebuah Ma’had pun saya bukan, saya sama seperti anda yang masih kuliah dan bekerja tapi mungkin masih terbetik didalam benaknya untuk mencari setitik saja kebenaran di zaman yang sulit seperti ini.
Untuk itulah ketika saya merasakan kebenaran itu dan ingin keluar dari penyimpangan, saya dengan refleks ingin berbagi dengan saudara-saudara sekalian tentang pengalaman yang saya alami. Jadi jangan menjudge bahwa saya ingin merusak persaudaraan sesama muslim ketika saya menuliskan / mengutip pernyataan ‘Ulama Sunnah tentang beberapa penyimpangan Jema’ah Tabligh. Anda semua yang beriman dengan Rukun Iman dan Menjalankan Rukun Islam adalah saudara saya, walaupun untuk perkara hati anda masing-masing saya tidak berhak untuk mengetahui apalagi menghukumi apa yang tersembunyi di hati anda semua, masalah orang mendapatkan pahala dan dosa itu saya tidak berhak untuk menilai apalagi menghukumi seseorang masuk neraka ataupun masuk surga itu adalah Hak Allah. Saya berlindung dari menghakimi saudara saya sendiri dengan berbagai julukan yang tak pantas, Untuk itu saya minta maaf kalau andai saja saya pernah berkata-kata kasar dalam bertutur kata itu semata-mata karena khilaf yang ada dalam diri saya.
Mungkin untuk sekarang ini saya tidak akan berkomentar banyak, selain sudah ada nasihat dari Ustadz saya. Juga dikarenakan untuk menghindarkan diri saya dari berkata tanpa ‘ilmu, untuk itu bagi siapa saja yang ingin mengetahui hakikat kebenarannya silakan saja anda merujuk kepada tulisan para ‘ulama yang tsiqah dalam mengungkapkan kebenaran dan bertanya kepada Ustadz yang istiqomah dalam membimbing masyarakat kepada manhaj Salaf.
Atas kesempatan waktu yang telah diberikan oleh anda semua membaca tulisan ini, saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Salam persaudaran sesama muslim diatas manhaj AlQuran dan Assunnah yang Shahih dan sesuai Pemahaman para Sahabat.
Wassalamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarokatuh..
DIarsipkan di bawah: Pernyataan




Tidak usah takut menulis. Karl Marx, Tan Malaka aja tidak takut menulis tentang komunisme.
Bahkan kaum sepelisme tidak takut menulis tentang islam.
Klo antum dah menemukan cahaya ya sebarin. Termasuk antum sebagai mantan karkun dan menulis dengan kritis akan jamaah tabligh itu lebih dan lebih bagus.
saya juga mantan karkun . Dan antum bisa baca tulisan saya tentang jamaah tabligh. Saat ini para karkun juga menulis menyerang kelompok lain dan mendewa-dewakan keompoknya. Dan biasa ajalah.
Bagi saya yang mengagungkan rasionalitas bahkan saya dituduh muta’zillah tidak masalah.
yang nuduh cuman karkun-karkun . Inilah jaman kebebasan akhi……..jaman berjayanya rasionalisme.
barakallahufiik,…
semoga Allah merahmati kita…
terus menulis untuk kebenaran..
katakan walau pahit……
—-
hafid abul harits
tapi tetap dengan cara yang ma’ruf
Di saat ada org yg mau meluangkan harta dan jiwanya untuk mendakwahkan diinul Islam ke seluruh duni, kenapa kita cuma berwacana?
Bukankah jemaah Tabligh merupakan jemaah terbesar di dunia saat ini, dan paling ditakuti Israel, AS dan PBB?
Cobalah telaah dengan ilmu yg benar, bukan kata guru sy, syech sy, karena fatwa mereka juga terkadang bias.
Kalo banyak jemaah Tabligh yg masih salah ilmu agamanya, wajar sj karena banyak diantara mereka baru mendapatkan hidayah …
Sementara, org yg berilmu cuma bisa menyalahkan … bukankah kita naik sepeda motor, terlebih dahulu belajar naik sepeda?
Coba renungkan !!!
jangan suka menyalahkan org lain!