Menjadi Salafy di persimpangan jalan

Bismillah,

Banyak orang menyandarkan dirinya kepada sesuatu yang menurut dia keren, hebat, super dan sebagainya. Walaupun sebenarnya kalau dilihat dan diperhatikan dia itu tak ubahnya hanyalah seorang yang pandai mengaku ngaku saja.

Mengaku pintar padahal bodoh, mengaku ‘alim padahal awwam. Sudahkah kita merenungi siapa diri kita? Kepada kalian yang mengaku Salafy. Renungkanlah. Renungkanlah konsekwensi penisbatanmu terhadap manhaj Salaf yang mulia ini. Sudahkah kalian istiqomah di atas jalan tersebut, atau malah yang ada semakin melenceng jauh dari perkiraanmu yang merasa sudah pasti berada di jalan yang benar.

Begitu banyak fitnah yang melanda, hendak kau posisikan dimana dirimu? Mengikuti arus. Atau tegak berdiri diatas kebenaran yang mungkin telah dipelintirkan oleh segelintir orang kerdil yang mengaku ‘ulama, ‘alim untuk berbicara fitnah fitnah dan gosip yang dipaksakan sebagai suatu nasihat indah padahal isinya tidak lain adalah bangkai busuk saudaramu sendiri.

Merasa benar tapi salah. Padahal ada Alloh dan Para Malaikat yang melihatmu. Tidak takutkah kamu saat kamu menulis aib aib saudaramu di mimbar mimbar. Dengan nada pongah kamu bongkar setiap inci dari tubuh saudaramu. Kamu luluh lantakkan kehormatannya dengan serbuan nafsu jarhmu.

Apa itu yang diajarkan ustadzmu? Saya rasa mungkin iya. Mungkin juga tidak. Karena tidak semua begitu. Tapi saya betul betul kecewa. Sakit ini. Perih ini tak akan kamu rasa jika hatimu telah mati dari yang namanya rasa kemanusiaan, kamu pandang rendah orang yang tidak sejalan denganmu.

Saya masih disini. Mencoba menapaki jejak manhaj Salaf yang mulia ini. Walau terseok seok. Bingung dan gamang jikalau saja tidak sadar bahwa menuntut ilmu, mengamalkan dan mendakwahkannya itu lebih utama daripada semua tetek bengek yang kamu namakan hujjah diatas dakwah demi kemurnian manhaj.

This entry was posted in manhaj, Refleksi. Bookmark the permalink.

2 Responses to Menjadi Salafy di persimpangan jalan

  1. Ahmad says:

    Ana sbenarnya jg bingung apakah itu yg dinamakh manhaj salaf…?? Yg suka mencari2 aib saudaranya sendiri. Dengan alasan untuk wala’ walbaro’,, menuduh sifulan2 tnp bukti ilmiah dan dalil yg nyata cuma katanya sifulan dan sifulan,, jangan sampai kita mau lari dari hizbiyah palah terjatuh kdalam hizbiyah yg lain (na’udzubillah)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s